Sutarno, Sekretaris dinas Pendidikan Kota Depok
Depok, harianlenteraindonesia.co.id
Dengan tema, ”Memantapkan Kolaborasi dalam Transformasi Pendidikan di Era Digital,Guna Mensukseskan Merdeka Belajar,” dinas pendidikan Kota Depok, menggelar giat Forum Renja (Rencana Kerja) tahun 2024.Acara digelar bertempat di Bumi Wiyata,jalan Margonda Raya,Kota Depok Senin,(20/2/23).
Ada 4 (empat) isu strategis yang di usung kali ini yaitu,
– Keterjangkauan aksesibilitas layanan pendidikan,
– Peningkatan kualitas dan mutu pendidikan,
– Relevansi pendidikan,
– Penyelenggaraan tata kelola pendidikan yang akuntabel.
Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan Kota Depok, Sutarno mengatakan, pihaknya akan ber- kolaborasi dan ber- koordinasi di Era Digital untuk mensukseskan Merdeka Belajar.Ada 2 (dua) arah kebijakan di Tahun Anggaran 2024 ini. Pertama, meningkatkan Aksesibilitas dan Kuantitas serta Kualitas Pendidikan dan kedua, menanamkan nilai-nilai Budaya Kearifan Lokal Kota Depok.
Kemudian, lanjut Sutarno menjelaskan, terkait rincian-rincian di atas salah satu kaitannya implementasi kurikulum merdeka tentunya sejalan dengan suksesnya guru penggerak dan suksesnya sekolah penggerak serta suksesnya assessment (Perencanaan Tata Pendidikan Berbasis Data). Nantinya, baik pihak Dinas Pendidikan ataupun Kemendikbud bisa melihat status Satuan Pendidikan, sudah sejauh mana mutunya,jelas Sutarno.

Masih Sekdis Sutarno, menurutnya
semua bisa tercapai atas kerjasama dalam pemantapan untuk kolaborasi, tidak bisa sendiri-sendiri. “Aspirasi yang ada dari stakeholder, akan kita rumuskan untuk arah ke pendidikan yang lebih maju dengan membawa tema sekarang ini.” Semua sukses, khususnya Kota Depok, apabila kita berkolaborasi, ungkapnya.
Sebelumnya, usai menghadiri acara ini, Wakil Walikota Depok Imam Budi Hartono (IBH) menegaskan,agar pihak sekolah tidak menahan ijazah baik itu sekolah negeri maupun swasta, diringankan biaya sekolahnya.
” Bila ada yang masih menahan ijazah SMA atau SMK, tolong diberikan legalisir agar mereka bisa kerja dengan legalisir tersebut, kalau bisa diringankan,”jelasnya.
Kemudian, kang Imam menyampaikan bahwa, salah satu janji kampanye Wali dan Wakil Walikota adalah mendirikan Sekolah Madrasah Negeri.Untuk realisasinya,kang Imam berharap, Departemen Agama bisa memberikan hibah bangunan atau lahan untuk di jadikan Ibtidaiyah Negeri.
‘Insya Allah’ kita sudah siapkan 2 (dua) Sekolah, satu di SD Negeri Mekar Jaya 4 untuk Madrasah Ibtidaiyah Negeri dan ada lahan kosong di Pancoran Mas juga untuk Ibtidaiyah Negeri,”tandasnya.






