Magetan, harianlenteraindonesia.co.id
Sebagai upaya mencegah penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak khususnya sapi di Magetan Dinas Peternakan dan Perikanan mengerahkan tim Survailence dan edukasi ke warga khususnya peternak di desa Turi kecamatan Panekan dan Sugihrejo kecamatan Kawedanan, Kamis (19/5/2022)
Selanjutnya Tim juga akan di sebarkan ke desa desa yang ditemukan kasus PMK ada 12 desa dari 10 kecamatan. Untuk 12 titik positif ini diberlakukan lockdown lokal untuk ternak dan interaksi dengan ternak dan manusia dibatasi guna mencegah penularan PMK ke daerah lain.
Nur Haryani Kadin Disnakan Kabupaten Magetan Menjelaskan ” Sampai tanggal 18/5/2022 ini di Magetan ditemukan 42 sapi yang terkena PMK, agar PMK ini bisa di atasi kami harap para peternak mematuhi SOP yang di tetapkan agar wabah ini bisa kita atasi bersama sama. Tim Survailence dan KIE ini kita turunkan di titik titik positif PMK dengan tujuan agar lebih cepat memotong rantai penularan PMK, dengan harapan agar tata niaga ternak bisa kembali normal.”jelasnya
Sementara itu Suhepy kepala desa Turi mengatakan ” Kami selaku pemerintahan desa mengucapkan banyak terima kasih kepada Disnakan kabupaten Magetan yang secara responsif menurunkan timnya untuk menghadapi PMK yang lagi melanda desa kami “tegasnya.

Bagi warga Magetan yang memiliki ternak dan terindikasi PMK bisa langsung menghubungi call center 08113385000 agar ditangani oleh Dinas Kabupaten Magetan dan layanan ini gratis tidak dipungut biaya video kegiatan ini bisa di klik Video kegiatan ini di klik di http://www.youtube.com/c/BeniSetyawanMagetan.






