Peluncuran Program “Indonesia Bersih” oleh Pemerintah Kabupaten Malang

Malang, harianlenteraindonesia.co.id

Bertempat di Pendopo Kepanjen Kabupaten Malang, Pemerintah Kabupaten Malang menjadi yang pertama peluncuran program “Indonesia Bersih”.

Dipilihnya Kabupaten Malang dalam peluncuran program tersebut tidak lepas dari pengelolaan sampah yang berada berada Tempat Pembuangan Akhir dan Wisata Edukasi Talangagung Kepanjen Kabupaten Malang.

Bupati Malang, H.M Sanusi mengatakan, visi misi Kabupaten Malang untuk mewujudkan kabupaten yang bersih dari sampah menjadi semangat untuk terus berinovasi dalam pengelolaan sampah. Sinergitas lintas lembaga dan dukungan masyarakat menjadi kunci untuk pengembangan pengelolaan sampah lebih holistik yang nantinya menjadi model penanganan sampah dengan mengoptimalkan kinerja pelayanan Pemerintah Daerah.

“Melalui program “Indonesia Bersih”, Kabupaten Malang optimis untuk dapat memberikan pelayanan sampah yang optimal dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan, demi mewujudkan ini, inovasi kelembagaan, pelayanan, regulasi dan dukungan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan,” kata Bupati Malang saat peluncuran program “Indonesia Bersih” di Pendopo Kepanjen, Rabu siang (18/5/2022).

Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen besar terhadap pengelolaan sampah dengan menargetkan bahwa 70 persen sampah dikelola dengan baik pada tahun 2025, serta pengurangan sampah plastik laut sebanyak 70 persen pada tahun yang sama.

“Dengan pengelolaan sampah yang baik dan pengurangan sampah plastik pada tahun 2025 menjadi komitmen kami terhadap pengelolaan sampah di Indonesia, dan khususnya di Kabupaten Malang,” jelas Abah Sanusi..

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan membeberkan, bahwa program Indonesia Bersih merupakan program yang dibahas oleh the Alliance pada bulan Februari dan disepakati menjadi program nasional Indonesia, dengan pemilihan lokasi piloting pertama Kabupaten Malang.

“Untuk menyelesaikan masalah sampah, sudah tidak bisa dilakukan dengan cara biasa, tapi harus dengan inovasi dan kolaborasi semua pihak, beber Luhut melalui virtual.

Luhut menambahkan, pengelolaan sampah ini harus ada model pengelolaan dengan prinsip ekonomi sehingga bisa meningkatkan nilai ekonomi sampah plastik, “Pengembangan ekonomi hilir untuk mengambil daur ulang di Kabupaten Malang menjadi bahan baru untuk industri,” imbuh Luhut.

Presiden the Alliance, Jacob Duer menerangkan, program Indonesia Bersih untuk mengeliminasi sampah plastik hasil pembelajaran yang diperoleh dari pelaksanaan proyek dua tahun, dan berkomitmen untuk mengimplementasikan tahap pertama di Malang.

“Kami sangat antusias untuk memulai program ini, serta berharap dapat menjalin kerjasama terus lebih erat lagi dengan Pemerintah Pusat maupun Daerah serta mitra proyek kami dan sektor swasta untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang dapat mendukung pencapaian target Indonesia bebas sampah plastik,” pungkas Jacob Duer.

Saat program ini berjalan sepenuhnya, yang menargetkan untuk mengalihkan lebih dari 50.000 ton plastik setiap tahunnya, dengan tingkat daur ulang sekitar 60 persen dan nantinya akan membuka lapangan kerja baru sebanyak 3000 orang dengan biaya untuk program tahap satu ini sebesar 29 juta USD yang sepenuhnya ditanggung the Alliance.

Pos terkait