Bangunan TPT Desa Pasekan Tumpang Tindih, Ada apa???

INDRAMAYU, harianlenteraindonesia.co.id

Sebuah bangunan TPT yang terletak di blok lapangan volly Desa Pasekan Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, menuai kontroversi masyarakat. Pasalnya, pada saat pelaksanaan hingga pekerjaan tersebut rampung, masyarakat tidak melihat terpasangnya papan informasi dilokasi kegiatan. Mirisnya lagi, bangunan tersebut terlihat tumpang tindih dengan bangunan yang lama, sehingga masyarakat berasumsi adanya pengurangan volume pada pekerjaan TPT tersebut. Dengan tidak terpasangnya papan informasi pekerjaan dilokasi kegiatan, masyarakat menilai adanya sesuatu hal yang disembunyikan oleh oknum Kuwu.

Hal itu dikatakan oleh salah seorang tokoh masyarakat kecamatan pasekan yang enggan disebutkan namanya, pada Sabtu (11/12/2021), saat pekerjaan sedang berlangsung hingga rampung dirinya menyambangi kegiatan tersebut. Dikatakannya, bahwa selama pekerjaan tersebut berlangsung hingga selesai, Ia tak melihat papan informasi yang terpasang di lokasi kegiatan. Yang membuatnya lebih bingung lagi, Ia juga melihat bangunan tersebut tumpang tindih dengan bangunan lama.

“Saya lihat dilokasi proyek, tidak pernah melihat ada papan informasi, sehingga saya selaku masyarakat tidak tahu sumber anggarannya dari mana. Dan juga, bangunan itu tumpang tindih dengan bangunan lama, ada indikasi pengurangan volume.”Tuturnya.

Hasil investigasi Lentera Indonesia saat menyambangi bangunan tersebut, pada Senin (13/12/2021), tampak pada bangunan tersebut tumpang tindih dengan bangunan yang lama dan tidak ada papan informasi yang terpasang. Sangat disayangkan, padahal bangunan tersebut diyakini bersumber dari uang negara.

Upaya konfirmasi dengan oknum Kuwu Desa Pasekan pun sudah dilakukan dengan mendatangi ke kantornya, pada Senin (13/12/2021) Namun, hanya salah satu staffnya saja yang menemui dan mengatakan bahwa “oknum Kuwu sedang rapat”. Pada saat Lentera Indonesia menghubungi oknum Kuwu melalui pesan singkat whatsapnya dengan maksud konfirmasi, Kuwu hanya menjawab bahwa dirinya akan menghubungi. Saat Lentera Indonesia menghubungi yang kedua kalinya, sangat disayangkan Kuwu tidak menjawab sama sekali dan hanya dibaca saja.

Sementara itu, Camat Pasekan, Haryono saat ditemui awak media diruangan kerjanya pada, Senin (20/12/2021) mengatakan menegaskan bahwa ketika kuwu menyalahi aturan akan langsung ditindak tegas, karna menurutnya pekerjaan infrastruktur yang bersumber dari uang negara tanpa adanya papan informasi dapat menimbulkan keresahan masyarakat. “Pokoknya kalau kuwu salah, saya akan langsung tindak, dan saya akan menegur kenapa tidak ada papan informasi sehingga meresahkan masyarakat.” Tegasnya.

Tokoh masyarakat berharap, kepada Instansi terkait agar menindak tegas terhadap pelaksana pekerjaan bangunan TPT di Desa Pasekan yang tumpang tindih dan tanpa papan informasi. Karna, anggaran yang digunakan untuk pembangunan TPT tersebut adalah uang rakyat.

Pos terkait