Monumen Kresek, Wisata Pembakar Semangat Generasi Bangsa

Madiun, harianlenteraindonesia.co.id

Monumen Kresek merupakan tempat bersejarah sekaligus sebagai saksi bisu atas Peristiwa Madiun. Lokasi peninggalan sejarah dengan luas 2 hektar ini, berada 8 km kearah timur dari Kota Madiun, tepatnya berada di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Di dalam area monumen tersebut terukir relief peninggalan sejarah yang menggambarkan tentang keganasan PKI pada tahun 1948 di Madiun. Lokasi ini merupakan saksi bisu kebiadaban para anggota PKI, dimana pada waktu itu para anggota TNI dan pamong desa dibantai dan disiksa dengan kejam oleh PKI pada tahun 1948.

Adalah Kolonel Marhadi, seorang prajurit TNI berpangkat tertinggi yang gugur dalam pertempuran desa Kresek, namanya lalu diabadikan menjadi salah satu nama jalan di kota Madiun. Untuk mengenangnya, didirikan pula patungnya di alun-alun kota Madiun sebagai bentuk penghormatan.

Di setiap peringatan kesaktian pancasila 1 Oktober, lokasi tersebut juga rutin diadakan upacara untuk mengenang dan menghargai para pahlawan korban keganasan PKI. Tak hanya pejabat, para pelajar pun turut serta dalam upacara. Selain sebagai penghormatan, para pelajar juga dapat mengetahui sejarah yang pernah terjadi di bumi Madiun. Mereka akan mengerti pentingnya persatuan dan kesatuan, serta mengerti bagaimana pengorbanan para pahlawan demi membela tanah air.

Kepada awak Media, Heri yang merupakan warga setempat mengaku miris jika mengingat sejarah kelam tersebut. Dirinya berharap, peristiwa itu tidak bakal terulang, cukup 1948 saja.

“Waktu itu saya masih kecil sekali mas, tapi orang tua dan Mbah saya tau persis akan gentingnya situasi di desa Kresek ini,” ceritanya kepada awak Media, Selasa 5/10/21.

Begitu memasuki kawasan monumen, terlihat sebuah dinding sepanjang dua meter yang bertuliskan nama-nama (lengkap dengan jabatannya kala itu) korban keganasan PKI yang berjumlah 17 orang, lengkap dengan patung mayat-mayat bergelimpangan disampingnya. Hal itu dimaksudkan untuk menunjukkan kepada masyarakat atau pengunjung khususnya tentang betapa kejamnya PKI yang telah membantai 17 orang tersebut.

Di dekat dinding tersebut, terdapat sebuah pendapa berukuran sekitar enam kali dua meter persegi dengan lantai keramik warna hitam. Dari spot tersebut, akan terlihat dua kelompok patung utama di monumen ini. Dua patung tersebut dibangun di atas tebing dan dapat dicapai dengan menaiki tangga yang tidak terlalu tinggi namun cukup luas.

Patung yang pertama berupa enam orang anak yang sedang berdiri, lewat bahasa tubuh dan raut muka, keenam anak ini digambarkan sedang sangat ceria dengan senyum yang tersungging di bibir polosnya.

Di patung kedua, terlihat jelas anggota PKI mengayunkan golok ke seorang kyai. Pose tersebut menggambarkan betapa biadapnya para PKI melakukan pembantaian.

Pos terkait