Ngawi, harianlenteraindonesia.co.id
Bulan Suci Ramadhan, merupakan bulan yang ditunggu umat Muslim sedunia, sebab di bulan Ramadhan ada ibadah sholat tarwih dan puasa, yang bisa menghapus dosa bila dilakukan dengan keimanan. Maka setiap orang muslim berlomba – lomba mencari Amal kebaikan dan menjalankanya.
Begitu juga dengan Pemdes Jenggrik Kecamatan Kedunggalar Ngawi, agar beribadah sholat tarawih Di Masjid maupun di Mushola, selama satu bulan serta puasa berjalan khusuk dan lancar, maka Suparni (Kades Jenggrik) mengundang Ketua RT, Ketua Rw, Kyai dan Takmir Masjid serta Tokoh Masyarakat untuk bermusyawarah di aula Kantor Desa ( 12 april 2021).
“Kami atas nama Pemdes Jenggrik minta maaf, bila banyak kesalahan dan dapatnya dimaafkan di bulan Ramadhan ini, dan selamat menjalankan ibadah Ramadhan. Sesuai edaran Bupati no 9 tahun 2021, tentang aturan protokol kesehatan. Demi memutus mata rantai covid 19 di bulan Suci Ramadhan ini hendaknya setiap Masjid maupun Mushola yang mengadakan Tarawih, harus menyediakan tempat cuci tangan berikut sabunnya, imam dan makmum tetap menggunakan masker dan tidak berjubel dalam sholat tetap ada jarak, bila kurang tempat halaman bisa diberi tikar ujar Suparni Kades Jenggrik ,”.
Suparni juga menambahkan “bila ada keluarga masih dalam masa karantina terkena covid 19, tidak boleh ikut sholat tarawih sebelum ada surat dari Dinas Kesehatan, agar lingkungan Masjid aman dan sehat semua. Untuk masalah yang punya hajat harus ada ijin Ketua Gugus Covid 19. Hiburan diperbolehkan disiang hari, malam hari tidak boleh. Bila salah satu Dusun ada yang terkena covid 19 hajatan tidak boleh digelar, apabila nekad Ketua gugus covid di bantu Babinsa dan Babhinkamtibmas wajib membatalkanya,”.
Pada Kesempatan yang sama Suparni juga membagikan masker di 11 Masjid ( setiap masjid 200 buah masker) dan 28 Mushola (150 buah masker setiap mushola). (ADV Jat)





