MALANG –harianlenteraindonesia.co.id Suasana rumah duka Ryan Ariyanto Setiawan, S.H yang berlokasi di Perumahan Sekar Putih Permai, Jalan Wijaya Kusuma, nomor 11, RT 36, RW 09, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu tanpak dibanjiri petakziah, pada Rabu (17/6/2026).
Mereka datang untuk menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada almarhum, mereka tidak hanya berasal dari Malang Raya saja, namun juga beberapa diantaranya berasal dari luar kota.
Tak hanya itu, rekan seprofesi dulu para jurnalis dari Malang Raya juga berdatangan sekadar menyampaikan duka cita yang mendalam.
Selain itu, juga tampak petakziah dari birokrasi pemerintahan seperti dari Pemkot Batu yang juga turut menyampaikan belasungkawa.
Maklum, semasa hidup sosoknya dikenal bersahaja, murah senyum, selalu baik dengan menyapa kepada setiap orang yang dikenalnya, tanpa sekat apalagi pilih-pilih dalam berteman.
Jurnalis Merasa Kehilangan Almarhum
Salah seorang jurnalis asal Kota Batu, Dian menyampaikan rasa duka yang mendalam sekaligus merasa kehilangan kepada almarhum.
Pasalnya, diakuinya bahwa sosok Ryan Ariyanto Setiawan pernah membantu dirinya demi merubah hidup lebih baik menatap masa depan untuk meninggalkan dunia jalanan.
“Innalilahi wainailaihi, terus terang saya merasa kehilangan karena ingat jasa-jasanya yang begitu luar biasa sekali, dan saya merasa hutang budi belum pernah membalas kebaikan almarhum. Dulu, kalau tidak diajak almarhum mungkin saya masih menjadi pengamen jalanan dan tukang parkir,” kenangnya sembari terisak.
Tularkan Ilmu Jurnalistik
Menurutnya, sosok almarhum telah membentuk mental dan karakter untuk menjadi seorang wartawan yang handal, tangguh dan profesional di dunia jurnistik.
“Alhamdulilah, yang awalnya saya dipandang sebelah mata oleh banyak orang, karena berangkat dari seorang anak jalanan yang setiap harinya saya ngamen dan parkir, lambat laun diajari ilmu tentang jurnalistik sejak 2003 silam hingga pada saat ini. Maka dari itu, saya menyesal belum bisa membalas kebaikan almarhum selama hidupnya,” ungkap Dian.
Sementara itu, putra almarhum, Fadilah (Ayik) sapaan akrabnya menyampaikan, jika penyebab meninggalnya sosok ayah yang selama ini menjadi panutan keluarga karena pecahnya pembuluh darah.
“Awalnya pingsan di Pemkot Batu, setelah itu dibawa ke IGD Rumah Sakit Hasta Brata Batu, sampai saat ini belum sadar dan kata dokter darah tingginya naik lantas ke pembuluh darahnya pecah, hingga pada akhirnya meninggal dunia,” tandasnya terisak, disela-sela pemakaman almarhum.
Sebagai informasi, sosok Ryan Ariyanto Setiawan kelahiran Blitar pada 1979 silam berangkat dari jurnalis senior Malang Raya yang kini berprofesi sebagai seorang pengacara yang dikenal low profile, tutup usia di 47 tahun.
Semoga semua amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan juga ketabahan.(M.yus)






