Sidoarjo,hatianlenteraindonesia.co.id — Suasana SMP Negeri 2 Buduran pada pertengahan Desember 2025 tampak semarak dan berbeda dari biasanya. Halaman sekolah dipenuhi senyum, karya warna-warni, serta antusiasme siswa, guru, dan orang tua dalam kegiatan SHOW CASE CERIA: Gelar Karya Kokurikuler & Rapor Akhir Semester yang digelar selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momen istimewa yang memadukan pembagian rapor dengan perayaan proses belajar siswa secara kreatif dan inovatif.

Mengusung motto “Bersama Orang Tua, Menguatkan Proses dan Prestasi”. SHOW CASE CERIA merupakan wujud nyata transformasi pembelajaran di SMPN 2 Buduran. Ceria merupakan singkatan dari collaborative, educative, reflective, innovative, dan appreciative. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Wenny Arie Puji Susanti, S.Pd., M.Pd., sekolah tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga menampilkan proses, karakter, dan nilai yang tumbuh dalam diri siswa selama satu semester.
Sejak memasuki gerbang sekolah, para orang tua disambut dengan spanduk “Selamat Datang Orang Tua/Wali Murid” dan deretan kelas yang disulap menjadi ruang pameran edukatif. Setiap kelas menampilkan hasil kegiatan kokurikuler berupa poster, infografis, lapbook, miniatur dan lainnya. Tak hanya hasil akhir, dokumentasi proses before–after serta refleksi siswa tentang nilai karakter yang dipelajari turut dipajang, memberi gambaran utuh tentang perjalanan belajar mereka.
Selain pameran, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan presentasi setiap siswa di kelas di setiap jenjang. Dalam durasi 5–7 menit, siswa memaparkan ide, proses, dan refleksi pembelajaran mereka di hadapan orang tua, dan wali kelas. Penilaian dilakukan berdasarkan kejelasan alur, kreativitas, penguasaan materi, serta nilai karakter yang ditunjukkan. Presentasi ini menjadi panggung apresiasi sekaligus pembelajaran keberanian dan kepemimpinan bagi siswa.
Sebagai bentuk penghargaan, sekolah memberikan apresiasi kepada kelas terbaik tiap jenjang serta menyusun Buku Antologi “Gelar Karya” yang memuat presentasi dan refleksi terbaik siswa. Buku ini menjadi dokumentasi sekaligus inspirasi pembelajaran kokurikuler di SMPN 2 Buduran. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menegaskan bahwa rapor bukan sekadar angka, melainkan cerita tentang proses, perjuangan, kreativitas, dan pembentukan karakter.
Melalui SHOW CASE CERIA, pembagian rapor berubah menjadi perayaan belajar yang bermakna. Kegiatan ini mempertemukan sekolah dan orang tua dalam satu visi: mendampingi anak tumbuh menjadi generasi yang kreatif, inovatif, berprestasi, mandiri, dan berbudi pekerti luhur. Inilah komitmen SMPN 2 Buduran dalam menghadirkan pendidikan yang memanusiakan, menginspirasi, dan relevan dengan tantangan masa depan.pungkas nya(54M)






