Malang, haeianlenteraindonesia.co.id Kabupaten Malang, Upaya memperkuat infrastruktur jalan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Malang. Melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, pembangunan dinding penahan pada ruas Tirtomarto – Mulyoasri di Desa Tawangagung, Kecamatan Ampelgading, telah rampung 100 persen.
Ruas ini berstatus jalan K1 dan menjadi salah satu jalur penting bagi aktivitas harian masyarakat di Ampelgading. Sebelum ditangani, bahu jalan mengalami erosi yang dikhawatirkan menggerus struktur badan jalan dan membahayakan pengguna jalan.
Untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, penanganan dilakukan dengan konstruksi pasangan batu menggunakan strouss dan frame beton bertulang. Total volume pembangunan mencapai panjang 123 meter dengan ketinggian 1 hingga 3 meter.
Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengatakan langkah ini diambil sebagai antisipasi dini sebelum kerusakan meningkat dan mengancam keselamatan warga.
“Kami tidak menunggu sampai jalan rusak total atau memakan korban. Begitu ada gejala erosi di ruas strategis seperti ini, langsung kami lakukan penanganan untuk menjaga stabilitas badan jalan,” tegas Khairul.
Ia menambahkan, pembangunan dinding penahan di Tirtomarto–Mulyoasri berperan penting untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan.
“Kalau struktur jalan terjaga, aktivitas warga terjaga. Mobilitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan dasar tidak boleh terganggu hanya karena akses jalan terputus,” lanjutnya.
Pembangunan ini turut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Malang dalam memperkuat infrastruktur secara merata, terutama di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap erosi.
Dengan rampungnya proyek ini, masyarakat Kecamatan Ampelgading kini dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman. Struktur jalan yang kokoh dinilai mampu meminimalkan risiko penurunan badan jalan sekaligus menjamin keberlangsungan aktivitas masyarakat di sepanjang jalur Tirtomarto – Mulyoasri. (M,yus)







