Banyuwangi –harianlenteraindonesia.co.id Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Banyuwangi bersama Dinas Kesehatan kembali menggelar pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) bagi 120 anggota DWP di Aula Dinkes, Rabu (19/11/2025).
Ketua DWP Banyuwangi, Linna Guntur Priambodo, mengingatkan pentingnya deteksi dini karena banyak perempuan menunda pemeriksaan akibat takut atau merasa tidak bergejala.

“Justru saat tidak ada keluhan, pemeriksaan sangat menentukan. Kita tidak ingin perempuan datang dalam kondisi stadium lanjut,” ujarnya.
Linna juga mengajak keluarga dan komunitas untuk mendukung kesehatan perempuan.
Kepala Dinkes Amir Hidayat menyampaikan, bahwa prevalensi kanker di Indonesia meningkat, sementara kanker payudara manjadi kasus terbanyak.
“Di Banyuwangi, 64.667 perempuan telah diperiksa, ditemukan 87 benjolan, 21 suspek kanker, dan 171 kasus yang perlu pemantauan. Jika ditemukan dini, peluang hidup bisa mencapai 97 persen,” tegasnya.
Sementara itu, narasumber edukasi, dr. Erwin Kurniawan, Sp.B, menekankan pentingnya rujukan cepat dan pemeriksaan lanjutan seperti USG atau mamografi untuk kasus mencurigakan.
Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang sembuh,” ujarnya.
Ia mengapresiasi dukungan Pemkab dan DWP dalam memperkuat edukasi dan layanan diagnostik.
Kegiatan ini diharapkan mendorong lebih banyak perempuan di Banyuwangi SADANIS secara rutin sebagai langkah pencegahan kanker payudara.
Penulis: Aji






