Wamenhub dan Wabup Banyuwangi Tinjau Post Mortem RSUD Blambangan

 

Banyuwangi – harianlenteraindonesia.co.id Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Komjen Pol (Purn) Drs. Suntana didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono beserta jajaran lainnya meninjau kesediaan fasilitas kesehatan untuk kesiapan penanganan dalam tragedi KMP Tunu Pratama Jaya, Senin (7/7/2025).

Pemkab Banyuwangi memfasilitasi pelaksanaan Post Mortem untuk korban KMP Tunu Pratama Jaya, yang ditempatkan di RSUD Blambangan. Rumah sakit milik Pemkab ini dijadikan pusat Post Mortem korban KMP Tunu Pratama Jaya.

“Kami tinjau lokasi di RSUD Blambangan ini sebagai tindak lanjut rakor terbatas bersama Basarnas, Kemenhub, TNI AD, TNI AL, untuk menindaklanjuti kesiapan terhadap musibah KMP Tunu Pratama Jaya pada hari Sabtu kemarin, (5/7),” kata Wabup Mujiono.

“Salah satunya adalah penumpang yang saat ini masih dalam proses pencarian, proses evakuasi, dimana pemerintah daerah salah satu tugasnya adalah menyediakan fasilitas terkait dengan Check up terhadap para penyelam, dan untuk identifikasi jenazah,” tambah Mujiono.

“Kami juga siapkan fasilitas yang ada dan ada 2 kontainer pendingin, karena kita punya ruangan pendingin hanya 2. Kita mengantisipasi bisa lebih dari 2 , jadi kita siapkan lebih,” imbuhnya.

Berbagai fasilitas mulai dari unit mobil kontainer pendingin, tempat penyimpanan, peti jenazah, hingga surat kematian. Untuk keluarga korban, akan ditempatkan di Gedung Bhayangkara yang lokasinya berada di depan RSUD Blambangan.

Selain memfasilitasi Post Mortem, Pemkab menyediakan Tim Trauma Healing keluarga korban di Gedung Bhayangkara. Terdapat 15 Psikolog 7 orang dari Polresta Banyuwangi, dan 6 dari Dinas Sosial PPKB, serta dua dari RSUD Blambangan.

Berbagai fasilitas pendukung dengan disupervisi langsung dari tim Biddokkes Polda Jatim. Penanganan Post Mortem tersebut dilakukan oleh Tim DVI (Disaster Viktim Identification) Polda Jatim.

Untuk SDM-nya 30 orang, selain dari RSUD Blambangan, juga dari RS Bhayangkara Bondowoso dan Lumajang, RSUD Dr. Soetomo dan Universitas Airlangga.

Penulis: Aji

Pos terkait