Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang keamanan pangan siap saji, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi mengundang 60 penjamah makanan yang tersebar di seluruh wilayah. Mulai dari pihak hotel, restoran, dan jasaboga.
Kegiatan ini berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sebagai narasumber, Rabu (13/11/2024).
Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mendorong hotel dan restoran dalam kepengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan jasaboga dalam kepengurusan Sertifikat Laik Sanitasi (SLS) melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Persyaratan yang harus dipenuhi adalah adanya sertifikat penyuluhan keamanan pangan siap saji bagi penjamah makanan.

Adanya kegiatan rutin ini diharapkan mampu mendorong pengusaha atau pemilik hotel, restoran, dan jasaboga lainnya untuk mengikuti pelatihan keamanan siap saji dan mengurus SLS maupun SLHS.
Saat dikonfirmasi oleh jurnalis Media Lentera Indonesia lewat pesan singkat, Jumat (15/11), Plt. Kepala Dinkes Banyuwangi, Amir Hidayat mengatakan, pelatihan keamanan pangan ini sangat penting bagi pengelola jasa boga dan pengusaha kuliner.
Dengan pelatihan ini, kata Amir, diharapkan dapat dicegah wabah penyakit akibat makanan yang terkontaminasi, sebagaimana pernah terjadi di Banyuwangi.
“Selain itu, diharapkan pelatihan ini memastikan semua usaha kuliner dan pengusaha jasa boga memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan pemerintah sehingga makanan dan minuman yang diproduksi aman dan sehat, serta meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas makanan yang disajikan,” pungkasnya.
Penulis: Aji






