Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan komitmen tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan melalui berbagai inovasi.
Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Banyuwangi, Choiril Ustadi Yudawanto, S.IP., M.Si menjelaskan sejumlah program inovatif yang telah diluncurkan demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing.
Ustadi mengatakan, dalam sektor pendidikan, beberapa inovasi yang ada antara lain. SERAWUNG (Semangat Literasi Wujudkan UMKM Unggul): Program ini menggabungkan upaya peningkatan literasi dengan pemberdayaan UMKM, sehingga diharapkan dapat menciptakan generasi yang literat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. SAMUDRA (Satu Murid Satu Produk Nusantara): Melalui program ini, setiap siswa didorong untuk menciptakan produk lokal yang memiliki nilai jual, memupuk jiwa kewirausahaan sejak dini.
“Gerakan Revitalisasi UKS, “Mari Tumbuhkan Budaya Sehat Setiap Hari” (GRAVITASI MATAHARI): Program ini mengedukasi siswa tentang pentingnya kesehatan dan kebersihan, menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan mendukung pembelajaran yang efektif,” jelasnya.
Selain itu, kata dia, ada juga inovasi-inovasi lainnya seperti Sistem Informasi Perpanjangan Izin Operasional Sekolah (SIM-POS), SERASA Putra Bahari, Gerakan Menabung Siswa Muhammadiyah Tujuh Digital (GEMES MUTU DIGITAL), JEKPOT KEJAR (Jelajah Edukasi Potensi Kelompok Belajar), SMART SCHOOL.
Di sektor kesehatan, lanjut Ustadi, inovasi-inovasi yang telah diluncurkan antara lain: Duta Gizi (Wujudkan Upaya peningkatan asupan gizi): Program ini berfokus pada peningkatan asupan gizi masyarakat, terutama anak-anak, untuk mencegah stunting dan meningkatkan kualitas hidup.NGELAK BANTING (Ngemil Lauk Pauk Balita Bebas Stunting): Inovasi ini menyediakan makanan sehat bagi balita, memastikan mereka mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembang optimal. Gema Ceting (Gerakan bersama cegah stunting): Program ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah stunting, meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya kesehatan. PELITA ANAK (Pencegahan, Pemulihan dan Tanggap Anak Beresiko Mengalami Stunting): Fokus pada pencegahan dan pemulihan anak-anak yang berisiko mengalami stunting, inovasi ini memberikan perhatian khusus bagi mereka yang membutuhkan.
“Selain itu, terdapat inovasi-inovasi lain di sektor kesehatan seperti Tali Emas (Tanggap Lintas Sektor Eliminasi TB di Masyarakat), Awas Ada Bu Kunti, Kurir Siaga, Biskuit Alit (Kabat Atasi Stunting Kelola Nutrisi pada Balita), Si Bakat, dan ROTI MEKAR (Kontrol Rutin Menggunakan Treatment Card), simBOK (Sistem Informasi Manajemen BOK),” katanya.
“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi demi kesejahteraan masyarakat Banyuwangi. Setiap program yang kami luncurkan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan,” ujar Choiril Ustadi Yudawanto, S.IP., M.Si.
“Dengan dukungan semua pihak, kami yakin Banyuwangi dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal inovasi dan pembangunan,” harapnya.
“Dengan berbagai inovasi yang telah diluncurkan, Kabupaten Banyuwangi menunjukkan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat. Inovasi-inovasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan mewujudkan Banyuwangi yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Penulis: Aji






