Argumen Dra Mursyidah, Apt. M.Kes. Mengenai Penanganan Kasus ODGJ oleh Pemerintah Kabupaten Malang

  • Whatsapp

Malang, harianlenteraindonesia.co.id

Plt Dinkes Kabupaten Malang, Dra. Mursyidah, Apt. M.Kes. mengatakan bahwa kondisi Kabupaten Malang sangat memprihatinkan. “ODGJ di tempat kita itu angkanya hampir 5000. Itu kan kita miris. Ditambah masyarakat yang mungkin takut mereka merusak begitu, ada yang dipasung.” tuturnya. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, jumlah ODGJ di Kabupaten Malang tahun 2021 sebanyak 4.970 orang. Sementara itu, jumlah kasus pasung di Kabupaten Malang hingga 2022 ada sebanyak 43 orang.

Kerjasama lintas sektoral digagas untuk mempercepat realisasi program tersebut. Mursyidah menjelaskan bahwa pihaknya memiliki data ODGJ by name by address yang akan ditindaklanjuti oleh Dispendukcapil bagi ODGJ yang tidak memiliki NIK dan apabila mereka telah memiliki NIK maka Dinsos dapat merekomendasikan pembuatan Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) bagi ODGJ yang kurang mampu. Ini merupakan wujud dari hadirnya pemerintah untuk turut membantu ODGJ.

Mursyidah juga menjelaskan bahwa untuk meningkatkan pelayanan pada ODGJ, Pemerintah Kabupaten Malang telah memiliki Posyandu Jiwa (pelayanan kesehatan jiwa). Sebanyak 30 Posyandu Jiwa telah tersebar ke berbagai wilayah layanan Puskesmas di Kabupaten Malang.

Kini kasus ODGJ yang masih pasung hingga Juli 2022 telah mencapai angka 0 kasus, artinya mereka telah mendapatkan penanganan yang seharusnya. Komitmen Pemerintah Kabupaten Malang dalam melindungi ODGJ ini diimplementasikan dalam pencanangan program “Kabupaten Malang Bebas Pasung” pada 25 Juli 2022 lalu.

Kini, pemerintah Kabupaten Malang fokus pada langkah pemulihan ODGJ yang telah mendapatkan perawatan untuk kembali ke lingkungan sosialnya. Sebab kondisi kejiwaannya yang sensitif. Hal ini menurut Mursyidah dibutuhkan dukungan dari pihak keluarga dan masyarakat.

Pos terkait