“Tanjungsari Reborn” Upaya Disnakkan Bangkitkan Kejayaan Peternak Kelinci di Kabupaten Magetan

Magetan, harianlenteraindonesia.co.id

Sebagai upaya menggairahkan semangat peternak kelinci dan produk olahannya Dinas Perikanan dan Peternakan kabupaten Magetan (Disnakkan) bekerja sama dengan pemdes Tanjungsari kecamatan Panekan, Universitas Brawijaya, Pelaku UMKM serta komunitas peternak kelinci di Magetan menggelar Gebyar Kampung Kelinci dan di beri tema “Tanjungsari Reborn” tahun 2022 yang digelar selama 2 hari (30-31 Juli 2022).

Gelaran akbar ini dipusatkan di Taman Kangen Kelinci desa Tanjungsari.

Sebagai wadah kolaborasi seluruh elemen yang ada Tanjungsari Reborn juga di meriahkan beberapa acara antara lain Lomba mewarnai, Lomba memasak daging olahan kelinci yang diikuti PKK dari seluruh desa di Panekan dengan juri chef dari Hotel Aston Madiun.

Kepala Disnakkan kabupaten Magetan Nur Hariyani menuturkan ” Tanjungsari Reborn ini merupakan upaya mengembalikan kejayaan Tanjungsari sebagai kampung kelinci yang pernah menjadi juara lomba kelinci tingkat nasional tahun 1983. Sebagai rangkaian acara digelar lomba mewarnai yang diikuti 400 anak PAUD se Kec Panekan ,mendongeng dengan tema kelinci oleh ibu Titik Suprawoto, lomba balap kelinci, pentas Seni dan sebagai penutupan digelar hiburan reog Ponorogo ” ujar Nur Hariyani.

Lebih lanjut Nur Hariyani menambahkan “Karena berbagai hal termasuk dampak pandemi Covid 19 para peternak kelinci sempat drop oleh karena itu terus diupayakan menumbuhkan semangat peternak kelinci agar lebih meningkatkan hasil ternaknya, termasuk mencari inovasi inovasi terkait hasil olahan kelinci.”pungkasnya.

Sementara itu Dicong Maleleh Camat Panekan menjelaskan ” Di kecamatan Panekan ini terdapat beragam potensi yang bisa dikembangkan . Salah satunya kemarin kita gelar Duren Nak’Nan yang mendapatkan apresiasi dari Gubernur Jawa Timur, ke depan acara di Tanjungsari ini akan kita laksanakan secara terjadwal dengan menggerakkan semua stakeholder yang ada.”pungkasnya.

Salah satu pendukung kegiatan Tanjungsari Reborn ini berasal dari kalangan akademisi dari Universitas Brawijaya fakultas peternakan dengan Program Doktor Mengabdi.

Sri Winarti Dosen Fakultas peternakan Unibraw menjelaskan ” Program ini adalah salah satu implementasi program doktor mengabdi universitas Brawijaya yang dimulai tahun 2018 saat Bupati Magetan mengundang kami untuk menggali potensi di kabupaten Magetan,salah satu bidang yang unggul adalah bidang peternakan. Tanjungsari ini adalah salah satu desa dengan potensi besar dan unik yang di kembangkan dengan ternak kelincinya. Kami dari perguruan tinggi melakukan hilirisasi, sehingga apa yang sudah kami lakukan sebelumnya bisa difollow up oleh para peternak, dengan meningkatkan hasil produksi maupun pasca produksi salah satunya dengan produk olahan kelinci .Dan yang penting juga ke depan kita juga memikirkan bagaimana pemasarannya. ” ujar Sri Winarti.

Daging kelinci memiliki keistimewaan yaitu kandungan kolesterol rendah, memiliki Kandungan protein yang tinggi dibanding daging lainnya, Selain itu daging kelinci memiliki senyawa kitotifen yang tidak ditemukan di hewan lainnya yang bermanfaat bagi penyembuhan sakit asma. Video kegiatan ini di klik di http://www.youtube.com/c/BeniSetyawanMagetan.

Pos terkait