INDRAMAYU, harianlenteraindonesia.co.id
Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI asal Desa Sleman Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kini nasibnya Terlantar di negara Iraq, saat ini masih di tahan oleh pihak Ejensi di Iraq. Pihak keluarga TKi Adukan ke Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Indramayu,Jumat (20/05/2022).
T (37) alamat Desa Sleman RT:006/RW:002 kecamatan Sliyeg Indramayu, bermula sebelum berangkat ia di kasih Fe sebesar Rp.11 juta oleh sponsor inisial W, lalu berangkat sejak bulan Februari, namun sesampainya disana ia belum dapat job majikan tetap, kondisinya baik sehat.

T melainkan kakak perempuannya, menuturkan”adek saya berangkat pada bulan Februari melalui sponsor W, hingga sekarang masih berada di Ejensi/PT.negara iraq tepat di kota Erbil, nama Ejen: Erbil Janier dan Saimah, Kantor Ejensi PT.Sahri hamaran dan Sanimal, T di pekerjakan secara frelin disana, selama 4 bulan gaji belum di bayar, sedangkan Ade saya kirim melalui orang kantor PT.Erbil (Iraq) dan gaji tidak sampai keluarga”tuturnya.
T menambahkan,”adek saya kirim kabar sama keluarga melalui pesan singkat, sekarang dia pengen pulang ke rumah karena kerjaannya belum jelas sampai sekarang, di tambah lagi kondisi ibu saya sekarang sakit keras dan anak-anak dia tidak ada yg mengurus, sementara suaminya masih kerja di luar negeri, saya mohon ke pihak BP2MI Indramayu untuk bantu segera pulangkan adek saya kerumah”tambahnya.
Sementara Ali Imron, staf BP2MI Indramayu, saat di jumpai Jurnalis di ruang kerjanya ia mengatakan”surat aduan ini akan kami tangani adapun hasil keputusannya menunggu dari pihak kementrian PJTKI pusat”kata Ali,Jumat (20/05/2022).
Di tempat yang sama, Chong Soneta Ketua DPC Indramayu KANNI (Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia) ia berharap”semoga saja masalah ini secepatnya di respon dengan baik oleh pihak- pihak terkait, karena masalah ini menyangkut kemanusiaan, dan pesan saya dengan adanya kejadian ini, khususnya kepada para calon TKI harap lebih berhati-hati lagi, baiknya daftar di PT.yang resmi”tukasnya.






