Ngawi, harianlenteraindonesia.co.id
Dalam sejarah pertanian, penggunaan pupuk organik ramah lingkungan sudah dilakukan sejak dahulu kala. Kembali ke alam atau back to nature, bisa menghasilkan produk pertanian yang aman dikonsumsi bebas residu / bahan kimia. Pupuk organik tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan.
Lambat laun petani bergeser dan senang menggunakan pupuk buatan / pupuk kimia dengan alasan praktis, sehingga dampak negatif bermunculan. Kini penggunaan pupuk organik ramah lingkungan dianjurkan lagi oleh Pemerintah agar tidak merusak unsur hara pada tanah, serta tetap menjaga struktur tanah. Kini pembuatan serta penggunaan pupuk organik ramah lingkungan, digalakkan lagi petani Desa Sambiroto Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi.
“Kami atas nama Pemdes Sambiroto, mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi, lewat Dinas Ketahanan dan Pertanian Ngawi yang telah membantu, serta mengajarkan warga kami khususnya petani untuk membuat pupuk organik ramah lingkungan. Harapan kami dengan adanya pupuk organik ini tanaman lebih subur, hasil melimpah, jauh dari hama dan biaya yang dikeluarkan lebih sedikit, sebab mudah didapat di lingkungan kita. Semoga dengan menggunakan pupuk organik ramah lingkungan ini, kehidupan para petani di Desa Sambiroto lebih sejahtera,” Ujar Sri Mulyono Kades Sambiroto.

Sumarsono Sekdes Sambiroto menambahkan “Desa Sambiroto ada 4 Kelompok Tani (Ngudi Makmur Ketua Sri Mulyono, Tani Makmur Ketua Sumarsono, Makmur Sentosa Ketua Sunarto dan Melati Ketua Samijan).
Per Kelompok membawai 5 orang. Pembuatan pupuk organik ramah lingkungan dibuat atas arahan serta binaan Dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi (Sudirman) dan 6 kali pertemuan setiap hari senin. Untuk bahan mudah didapat yang ada disekitar lingkungan kita, ada 7 bahan seperti kedhebok pisang / ares, Air beras / leri, tetes tebu, kencing sapi, kunir, jahe dan sabut kelapa / sepet,” Terangnya.






