Magetan, harianlenteraindonesia.co.id
Munculnya Peraturan Presiden No. 104/2021 tentang rincian anggaran APBN 2022 yang mengatur fokus penggunaan dana desa pada tahun anggaran berjalan ini menjadi salah satu pemicu agar desa lebih fokus dalam aturan ketentuan program ketahanan pangan dan hewani dengan sedikitnya porsi dana desa sebesar 20% (dua puluh persen) dari total Dana desa (DD).
Kepala Desa Pojoksari kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan Edi Mulyono kepada media Lentera Indonesia (Senin ,7/3/2022) menerangkan “Sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan tersebut melalui dana desa tahun 2022 ini pemdes Pojoksari mengadakan kegiatan penanaman jeruk pamelo seluas 1 hektar di tanah kas desa dekat lapangan desa Pojoksari. Sebelumnya lahan tersebut ditanami tebu meskipun untuk pengolahan lahan kami memerlukan biaya dan tenaga ekstra karena bekas lahan tebu karakter tanah menjadi cenderung keras “jelasnya.

” Alasan kami menanam jeruk pamelo ini adalah wujud keseriusan desa Pojoksari dalam mengangkat jeruk pamelo sebagai ikon buah kebanggaan desa Pojoksari. Selain itu sudah 2 kali kami melaksanakan festival jeruk pamelo sehingga diharapkan ke depan dengan adanya kebun jeruk pamelo yang dikelola oleh karangtaruna ini akan semakin mendukung Pojoksari sebagai sentra jeruk pamelo di Kabupaten Magetan “jelas Edi Mulyono.
“Festival jeruk Pamelo desa Pojoksari akan diadakan awal Juni 2022 serta sudah masuk Calendar Of Event kabupaten Magetan.” pungkas kepala desa Pojoksari ini.
Sebagai informasi mulai awal tanam sampai panen jeruk pamelo memerlukan waktu sekitar 3-4 tahun untuk berbuah.Di Indonesia jeruk pamelo dikenal juga dengan sebutan jeruk Bali. Jeruk jenis ini banyak disukai karena ukurannya yang besar dan rasa yang cenderung manis serta bulir jeruk besar. Saat dimakan, jeruk pamelo dapat memberi sensasi menyegarkan. Namun, selain enak dan menyegarkan, ternyata banyak manfaat jeruk pamelo yang dapat kita rasakan.
Jeruk Pamelo atau dengan nama latin citrus grandis atau Citrus Maxima ini berasal dari keluarga Rutaceae dan merupakan salah satu jeruk terbesar. Jeruk ini banyak tumbuh dan dibudidayakan di Asia, khususnya Asia tenggara, tapi pertama kali dibawa oleh salah satu kapten perusahaan di India Timur. Hingga kini, jeruk pamelo juga telah banyak dibudidayakan di Indonesia.






