Bupati Magetan “Belajar lebih giat lagi agar bisa lolos seleksi PPPK di Tahap Berikutnya !”

MAGETAN, harianlenteraindonesia.co.id

Bupati Suprawoto Magetan setelah mengadakan Upacara peringatan Hari jadi kabupaten Magetan ke 346 tahun dan hari jadi propinsi Jawa Timur ke 76 mengadkan jumpa Pers di Pendopo Surya Graha .(Selasa 12/10/2021)

Bupati Magetan Dr Drs H Suprawoto SH Msi dalam Conference Pers mengatakan ” Sudah satu setengah tahun,sejak (15/3/2020) kita bersama telah mengalami masa pandemi Covid-19 sampai penjuru dunia, sehingga pemerintah berusaha melindungi masyarakatnya dengan berbagai upaya termasuk vaksinasi agar terhindar dari virus tersebut.

Kedepannya pemerintah daerah berusaha mengejar ketinggalan dalam peningkatan perekonomian & pembangunan walaupun untuk tahun ini pertumbuhannya defisit 1% tetapi di bandingkan dengan kabupaten / kota lainnya, Magetan masih cukup lumayan dalam peningkatan perekonomian dan pembangunannya.”jelasnya.

Lebih lanjut Bupati Magetan mengatakan ” Hari Jadi Kabupaten Magetan ke 346 tepatnya tanggal 12 Oktober 2021 ini merupakan sesuatu moment yang penting dalam mengejar ketinggalan dalam peningkatan perekonomian & pembangunan dan kita berusaha untuk selalu sejajar dengan Kabupaten/Kota lainnya dalam hal peningkatan perekonomian.”jelasnya

” Ucapan terima kasih kepada Bapak Agus Raharjo ketua diaspora Magetan atas pemberian bibit pohon buah kepada Magetan dimana bibit pohon akan di tanam sesuai kultur tanahnya seperti hal nya di Gunung Bancak di tanam bibit pohon buah Duwet, sehingga kedepannya Gunung Bancak merupakan Sentrabuah Duwet”, kata Bupati

Pada kesempatan itu juga diberikan waktu tanya jawab antara Bupati dan awak media Salah satunya Sementara itu Beni Setyawan wartawan media Lentera Indonesia mempertanyakan apakah ada kebijakan pemkab terkait nasib guru honorer yang tidak lulus seleksi PPPK beberapa waktu lalu meskipun masa bakti pengabdi pendidikan itu ada yang 15 bahkan ada yang 26 tahun Bupati Suprawoto menjawab “Saya ini disumpah untuk menjalankan UU, karena aturan dari pusat seperti ini saya harus taat .Bagi guru honorer yang belum lolos seleksi tahap 1 ini saya berpesan agar belajar lebih giat lagi agar bisa lolos di seleksi berikutnya “pungkasnya

Selain itu Hani wartawan dari RRI Madiun menanyakan terkait aplikasi peduli lindungi di destinasi wisata diMagetan Bupati menjawab “kita akan terus berinovasi agar ketika masuk Destinasi Wisata misalnya Sarangan harus bisa menunjukkan Kartu Vaksin itu dalam arti pemerintah dalam melindungi masyarakatnya dari virus Covid yaitu dengan kesadaran ikut melaksanakan Vaksinasi sehingga dengan penunjukan kartu vaksin, warga tersebut sudah tervaksin sehingga bisa mengamankan dirinya ataupun para pengunjung lainnya di tempat wisata “jelas Bupati. Video kegiatan ini bisa di klik di http://www.youtube.com/c/BeniSetyawanMagetan.

Pos terkait