Pelatihan BLK Ponorogo Di Pemancingan Nila Bancak Desa Giripurno Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan

Magetan, harianlenteraindonesia.co.id

Suatu karya, ide dan gagasan akan selalu bersama dengan mereka yang selalu berpikir positif dan optimis. Hal ini dibuktikan oleh warga Magetan seorang mantan ibu Lurah yang terkenal dengan ide ide segar dan pasca Pilkades 2019 kembali menjadi masyarakat biasa.

Dengan kembalinya menjadi masyarakat biasa tidak menyurutkan daya kreatif dan imajinasi sosok wanita yang ramah ini. Dia adalah Susilowati istri dari Ir. Sucipto mantan kepala desa Pojok dengan segudang prestasinya yang pernah meraih predikat 10 Kader Pemberdayaan Masyarakat terbaik propinsi Jawa Timur tahun 2019.

Melihat bukti kreasi dan inovasi yang dilakukan Susilowati ini BLK Ponorogo yang merupakan BLK milik Propinsi Jawa Timur melirik tempat Pemancingan Nila Bancak menjadi tempat Pelaksanaan Program Pelatihan Vokasi PPV (PPV) Dana APBN tahun Anggaran 2021 Pelatihan Mobile Training Unit bidang kejuruan Pembuatan Roti dan Kue dan Susilowati sebagai pemilik Pemancingan ini dipilih menjadi narasumber dan mentor pelatihan ini. (Rabu, 28/4/2021).

Pelatihan ini diikuti oleh 16 peserta dan akan dilaksanakan selama 20 hari.Dan yang perlu mendapatkan apresiasi adalah setiap hari akan diajarkan menu yang berbeda total ada 20 jenis makanan olahan. Kepada media Harian Lentera Indonesia Susilowati mengatakan “Hari ini kita akan membuat krupuk gurami, memang kami ingin membuat makanan sehat dengan berbagi inovasi. Kami ingin agar kedepan Pemerintah Kabupaten Magetan bisa mensuport kami lebih dengan memberikan bantuan peralatan yang lebih baik agar kami bisa memproduksi lebih cepat dan banyak lagi dibandingkan sekarang yang masih manual “harapnya.

Susilowati menambahkan “Selain itu kami sudah menyiapkan strategi pemasaran dengan sistem Comunal Branding, segala produk kami ini akan kami jadikan satu nama dengan merek “Mbancak” yang bermakna semua produk warga lereng gunung Bancak yang berasal dari berbagai desa. Tentunya kami berharap agar produk kami ini dibantu masalah perijinan baik itu PIRT, sertifikasi halal maupun keamanan pangan melalui BPOM oleh dinas terkait. Kami akan lebih konsen kepada proses produksinya,sedangkan masalah sertifikasi mohon dibantu oleh Pemkab Magetan “harapnya.

Hal senada diutarakan Fatimah salah seorang peserta pelatihan “Kami sangat mengharapkan kehadiran Pemkab Magetan dalam memfasilitasi kami agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas dengan membantu sertifikasi dan perijinannya. Dengan adanya pelatihan ini saya sangat terbantu dalam meluaskan jaringan pemasaran saya. Selain itu saya juga bertambah wawasan dalam menambah income keluarga dengan membuat produk olahan yang diajarkan oleh bu Susilowati.Selain itu Bu Susilowati ini instruktur yang sangat supel, bukan hanya sebagai instruktur tapi juga bisa menjadi teman bahkan sebagai tempat curhat bagi kami”paparnya.

Beberapa contoh produk inovasi olahan pangan hasil pelatihan ini adalah Kripik gedebog pisang, camilan pepaya krispy,lempeng gurami, krupuk kelor, abon kluwih, krupuk gurami, dan lain lain total ada 20 macam. Video kegiatan ini bisa di klik di di http://www.youtube.com/c/BeniSetyawanMagetan (Jurnalis :Beni Setyawan) .

Pos terkait