Jepara, harianlenteraindonesia.co.id
Banyaknya ruas jalan di Kabupaten Jepara yang rusak diakibatkan curah hujan yang tinggi mengakibatkan banyak pengendara kurang nyaman bahkan ada yang jatuh dikarenakan lubang jalan tertutup air. Disamping lubang yang tertutup air juga sebagian lampu penerangan jalan umum banyak yang mati, sehingga lubang yang tertutup air dan tidak begitu jelas.
Kasat lantas Hari Condro membenarkan bahwa kondisi jalan hampir merata mengalami kerusakan baik berat maupun ringan dan sudah berkoordinasi dengan dinas terkait. Memang belum dilakukan perbaikan dikarenakan curah hujan masih tinggi, jika dipaksakan maka tidak akan maksimal dan tidak akan bertahan lama. Kasat lantas menghimbau agar pengguna jalan lebih berhati hati dan jangan ngebut karena bisa berbahaya dan mengutamakan keselamatan bukan kecepatan.
Sama halnya dengan keterangan kadinas DPUPR Ary Bachtiar bahwa ” riskan jika memperbaiki jalan sementara curah hujan masih sangat tinggi karena tidak akan maksimal hasinya ” dinas DPUPR sudah melaksanakan penambalan secara bertahap namun curah hujan masih terlalu tinggi jadi tambalan rusak kembali sehingga perlu kami tambah rambu rambu agar pengguna jalan berhati hati.

” Perlu diketahui bahwa masing masing jalan sebenarnya ada penanggung jawabnya, mulai jalan yang dianggarkan dari pusat, provinsi, kabupaten sampai desa dan setiap anggaran ada tahapannya. ” imbuhnya.
Ditegaskan kembali oleh kepala bidang Bina Marga Hartaya bahwa kondisi jalan rusak disebabkan air masuk base lawyer atau lapisan pertama dibawah konstruksi jalan menyebabkan aspal rusak karena aspal tidak kedap air sehingga menembus tanah sedangkan kondisi tanah yang sudah jenuh. Kelebihan tonase juga mempengaruhi kerusakan jalan disebabkan beban yang melebihi persyaratan maksimal tonasenya dan mengakibatkan keretakan jalan karena air masuk sehingga mengakibatkan jalan menjadi rusak. (Jurnalis John)





