Magetan, harianLenteraIndonesia.co.id
Pengerjaan Proyek pembangunan dan revitalisasi pasar Maospati 1 yang terletak di samping jalan Nasional kabupaten Magetan ini di Kerjakan oleh Kontraktor pelaksana PT Inneco Wirasakti Hutama ,dengan konsultan pengawas C.V Pandega Utama terkesan tidak menerapkan K3 secara maksimal.(Senin,24-10-2020).

Dalam Pengerjaanya proyek tersebut pihak kontraktor diduga terkesan mengabaikan K3 bagi pekerjanya meskipun di depan proyek dengan jelas dipasang banner tentang K3.
Pemakaian rompi,helmet safety,sepatu boot, masker dan alat keamanan diri sangat minim bahkan tidak dipakai oleh pekerja yang ada.
Kokoh salah satu petugas Kontraktor pengawas dari CV. Padega saat ditemui awak media dan di klarifikasi terkait kurangnya pemakaian K3 mengatakan. “sebetulnya peralatan K3 sudah ada tinggal pakai mas,hanya dari pekerja katanya panas jadi gak dipakai”. Kata kokoh pada harianlenteraindonesia.co.id.

Padahal saat HarianLenteraIndonesia.co.id di lokasi pekerja proyek sebagian besar pekerja tidak memakai pakaian yang menunjang K3 seperti safety helm ,Sepatu boot dll ,dari pekerja yang ada memakai sandal, seakan terkesan proyek itu hanya merupakan proyek rumahan saja padahal di biayai oleh anggaran negara yang tidak kecil yaitu sejumlah RP 2.251.772.900,00 (Dua Miliar,Dua Ratus Lima Puluh Satu Juta Tujuh Ratus Tujuh Puluh Dua Sembilan Ratus Rupiah)
Terkait kurangnya , KEAMANAN, KESELAMATAN, KERJA atau K3 ini yang belum sepenuhnya dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana proyek dan sangat riskan jika terjadi kecelakaan kerja bagi pekerja .Ini adalah sebagai kewajiban dari pihak-pihak terkait untuk memberikan teguran tegas dan memberikan himbauan serta sangsi kepada pelaksana proyek yang mengerjakan.
Ditempat terpisah Sucipto Kepala Disperindag Kabupaten Magetan mengatakan “Iya Mas memang untuk K3 sebenarnya sudah ada di lokasi proyek hanya saja pekerja banyak yang tidak memakainya dengan berbagai alasan dan saya akan mengecek lagi di lapangan” jelasnya (Jurnalis Beni Setyawan ).






