Ngawi, harianlenteraindonesia.co.id
Berbagai upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi , dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia dan mengembangkan kompetensi serta keahlian, maka lewat Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Ngawi, yang terletak di jalan Yos Sudarso Kelurahan Margomulyo Ngawi, mengadakan Pelatihan Pengolahan Hasil Produksi Peternakan dengan tema “Kegiatan Pengembangan Pemasaran dan Usaha Tani Peternak”.
Pelatihan diadakan di Gedung Notosuman Watualang, bekerjasama dengan CV. TRISTARS CHEMICALS Surabaya ( Ny. Endang) sebagai tutor atau narasumber langsung. Acara Pelatihan dibuka secara Langsung oleh Marsudi Kepala Dinas Pertanian Ngawi dan didampingi oleh Indah Alastadewi Kabid Budidaya Peternakan serta Tri Utami Kasi Budidaya Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi.

Marsudi Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Ngawi, saat membuka Pelatihan mengatakan, hari ini pelatihan kita membuat burger daging sapi dan ceker ayam bledos. Mengolah daging sapi dan ceker ayam yang di modifikasi menjadi lebih enak. Peserta harus mengikuti pelatihan hingga selesai dan ilmu yang didapat bisa dikembangkan lagi. Hasilnya bisa dijual di cafe, angkringan atau lewat online.
Dalam masa pandemi covid 19 berjualan lewat online lebih tepat. Bantuan yang berupa bahan untuk membuat burger dan ceker bledos serta alat – alat untuk memasak dari Dinas Pertanian Ngawi semoga bermanfaat dan makanan yang dihasilkan lebih enak dari hasil mengikuti pelatihan ini. Semoga pandemi covid 19 segera berlalu dari bumi pertiwi ini, agar perekonomian segera normal.
Indah Alastadewi Ketua Panitia sekaligus Kabid Budidaya Peternakan dalam laporannya mengatakan, pelatihan selama 2 hari yaitu tanggal 26-27 Oktober 2020 diikuti perhari 50 peserta dari PKK, Kelompok Wanita Tani (KWT) dan PPL dari Dinas Pertanian Ngawi, dengan maksud memberikan nilai tambah dengan meningkatkan penghasilan bagi peserta pelatihan dan diharapkan hasil dan ilmu dari pelatihan bisa dikembangkan ke orang lain. Peserta pelatihan juga mendapat masker, face shield, celemek untuk memasak, bahan-bahan membuat burger dan ceker bledos serta alat-alat untuk memasak. Karena ruangan tidak cukup maka pelatihan dilaksanakan 2 hari, karena harus mentaati aturan protokoler Pemerintah yaitu jaga jarak dalam masa pelatihan. Adv. Disperta Ngawi. Jat






