Depok, harianlenteraindonesia.co.id
Relawan Macan (Emak.-.emak Cantik) Kelurahan Tugu, bergerak turun gunung door to door untuk memenangkan Paslon nomor urut 2 Idris – Imam.Kami sebagai masyarakat terutama kaum perempuan merasakan hal yang begitu baik dan di buktikan,ungkap Rita, inisiator dalam Silaturahmi Tokoh Perempuan Tugu di RT 08/10 Kelurahan Tugu,Cimanggis,Selasa (27/10/2020)
Sejumlah kebijakan yang begitu positif bagi masyarakat yakni, Kota Religius ,Kota Bersih, Kota Sehat, dan Kota Ramah Keluarga.Program Pak Idris ini sejalan dengan harapan kami sebagai kaum perempuan,ujarnya.
Menurut Rita Zakiah, melihat keberhasilan Mohammad Idris selama memimpin Depok pada Periode 2016-2021,keberhasilan ini harus dilanjutkan lima tahun ke depan,sebab Program ke depan saya nilai sangat realistis untuk diwujudkan.
“Program Pak Idris ini sejalan dengan harapan kami sebagai kaum perempuan, yakni mewujudkan ketahanan keluarga dan ramah lingkungan. Pada akhirnya mewujudkan rumah tangga yang harmonis dan lingkungan yang asri,” ucapnya.
Senada dengan Rita,tokoh masyarakat RW 10 Kelurahan Tugu
Wagiman menambahkan,
masyarakat ingin tetap menjaga Depok sebagai Kota Religius, maju dan Berbudaya. Berbasis Kebhinekaan dan Ketahanan Keluarga, sangat penting untuk mewujudkan Kota Depok lebih baik.
“Kami mendoakan, mendukung dan memilih Pasangan calon nomor urut 2 Idris-Imam untuk melanjutkan program yang sudah baik. Keduanya memiliki pengalaman dalam memimpin,” jelasnya.
Calon Walikota Idris dalam niatnya mengangkat derajat perempuan di sampaikan nya bahwa saat ini,akibat dampak Covid-19 banyak Emak-emak cantik (macan) atau kaum perempuan yang menjadi kepala keluarga.
“Kami menggulirkan program 1.000 pengusaha perempuan, supaya perempuan bisa mandiri, sekaligus bisa mengatasi permasalahan ekonomi,”tuturnya.
M. Idris menyampaikan apresiasinya atas perjuangan perempuan di Kota Depok. Hadirnya perempuan memiliki peran besar dalam berbagai sektor kehidupan.
“Salah satunya adalah Perda Ketahanan Keluarga yang diusulkan dan diperjuangkan oleh pejuang perempuan di Dewan. Depok itu masuk nomor 3 perceraian tertinggi, sehingga dirasa perlu ketahanan keluarga,tandasnya.(*/joh).






