ORGANISASI FSPTI KSPSI DIDUGA MILIK SESEORANG

Ketua DPD Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI) – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sumatera Utara Sabam Parulian Manalu SE PSD. (Foto : Frans Doli – Lentera Indonesia)

Jakarta, harianlenteraindonesia.co.id

Namanya Rapat Kerja Nasional Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Rakernas FSPTI dan KSPSI) hal ini sebenarnya ajang silaturahmi itu yang pertama. Artinya, kita yang dipisahkan pulau begitu banyak di Indonesia ini dengan adanya pertemuan Rakernas ini kita bisa saling kenal.
Untuk yang keduanya tentunya Rakernas ini membawa perubahan kedepan dan tidak lagi monoton seperti sebelum – sebelumnya. Hal ini diungkapkan Ketua Ketua DPD Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sumatera Utara Sabam Parulian Manalu SE PSD kepada Lentera Indonesia usai acara Rakernas FSPTI dan KSPSI baru – baru ini di Jakarta.
Menurut Sabam Parulian Manalu, untuk yang ketiga kita menginginkan juga konfederasi. Konfederasi serikat pekerja yang dipimpin Y agar organisasi FSPTI KSPSI dibawa menjadi organisasi moderen bukan menjadi organisasi yang tradisional.
Selanjutnya, mengapa saya katakan demikian kata Sabam, saya dari dulu menentang adanya utusan seseorang dalam organisasi. Sebagai contoh saja, sekarang ini kita juga bingung kenapa sampai hari ini tidak ada Kongres FSPTI KSPSI dikonfederasi.
Sementara itu seharusnya Kongres FSPTI KSPSI konfederasi itu sudah dilakukan sejak tahun lalu. Namun seharusnya 5 tahun sekali kongres. “Kita kongres terakhir tahun 2014 lalu sudah lima tahun harusnya sudah kongres tahun 2019 tetapi karena itu tadi organisasi FSPTI KSPSI ini tidak moderen dia masih tradisional tergantung kepada siapa pemimpinnya”, ungkap Sabam.
Akhirnya kata Sabam, sampai hari ini tidak bisa dilakukan Kongres FSPTI KSPSI. Karena apa, sambungnya, karena itu tadi organisasi ini bukan milik seluruh anggota tapi diduga milik seseorang. Jadi kita sangat kecewa dan kami berharap dirakornas ini juga akan kita putuskan bahwa biasanya konfederasi serikat pekerja (KSP) itu harus kongres dan memang hal itu kita harapkan serikat pekerja transport (SPT) berperan besar disitu. Berperan karena seluruh serikat pekerja anggota (SPA) anggota konfederasi SPSI itu yang terbesar. Hal itu salah satunya SPTI, paparnya.
“Kita itu memiliki anggota ratusan ribu seluruh Indonesia. Jadi kalau ini tidak diperhatikannya sebenarnya kita sendiri juga bisa buat konfederasi sendiri”, kata Sabam.
Jadi kata Sabam, tambahnya, kita berharap Y juga alangkah baiknya segera diselesaikan dilakukan Kongres FSPTI KSPSI atau mundur saja dari Ketua Umum DPP FSPTI KSPSI. Serahkan saja kepada yang lain yang mampu, ujarnya.
“Saya menilai persoalan mampu ini relatif. Kenapa saya katakan demikian”, tanyanya. Sambungnya lagi, kata Sabam, kalau hanya satu orang yang kita harapkan sebesar apapun dahan pohon kalau hanya satu tempat kita bergantung pasti patah. Sama juga seperti daun Jati. Selebar apapun daun Jati kita berteduh dibawah pohon Jati tetap kena matahari.
Kemudian selain itu juga, tambahnya, kalau daun beringin kecil tapi karena ramai kita bisa berteduh dibawah pohon beringin tidak kena matahari, selorohnya.
Dimana memanfaatkan kekuatan people power atau memanfaatkan masyarakat yang begitu kuantitas besar hal itu akan mempengaruhi kualitasnya pasti dan saya yakin itu untuk organisasi. Dimanapun organisasi kuantitas jumlah anggota itu. Hal itu akan mempengaruhi, jelas Sabam Ketua DPD FSPTI KSPSI Sumatera Utara. (Frans Doli – Lentera Indonesia)

Pos terkait