Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat Drs Mochamad Ade Afriandi MT. (Foto : Frans Doli – Lentera Indonesia)
Jakarta, harianlenteraindonesia.co.id
Rancangan Undang – Undang (RUU) Omnibus Law sedang digodok dipemerintahan dan tentunya kita harapkan hasilnya nanti dapat menguntungkan tenaga kerja di Indonesia.
Untuk itu perlu adanya sinergi antara kurikulum dengan industri perusahaan yang masuk sehingga adanya jurusan – jurusan yang ada di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ada kita marching dengan industri yang ada. Hal ini akan mendapatkan tenaga – tenaga yang terampil dan menimbulkan adanya tenaga yang dibutuhkan oleh industri yang ada di Jawa Barat. Hal ini diutarakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat Drs Mochamad Ade Afriandi MT kepada Lentera Indonesia baru – baru ini usai acara Rapat Koordinasi Tenaga Kerja dengan Kementerian Tenaga Kerja RI di Jakarta.
Menurut Mochamad Ade Afriandi, dimana tingkat pengangguran di Jawa Barat mengalami penurunan yang tadinya menurut data BPS tahun 2019 sebanyak 8,22 juta sekarang tinggal kurang lebih 7,99 jutaan. Hal ini dikatakan Ade, berkat kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dengan industri – industri yang ada di Jawa Barat sehingga tenaga kerja dapat terserap dan pengangguran semakin sedikit, jelasnya.
Dijelaskan Ade lagi, Pemerintah Daerah Jawa Barat selalu ingin meningkatkan skill tenaga kerja di Jawa Barat dan kami mengawasi K3 dan pelaksanaan ketenagakerjaan dan untuk itu kita bagaimana dapat mempertahankan produktifitas kerja kita dan budaya tidak malu meskipun kita sudah menduduki level manager.
Disamping itu juga tantangan di Jawa Barat adalah menurunkan pengangguran sesuai arahan Gubernur Jawa Barat dan kita lihat sisi positif dan harus menjaga kondusifitas sehingga kita dapat mengurangi pengangguran di Jawa Barat dengan situasi dan kondusif industri – industri yang ada di Jawa Barat tenang dan tidak ada gejolak maka akan semakin baik industri sehingga tenaga kerja akan semakin terserap banyak maka akan tercipta lapangan kerja yang banyak dan terampil yang dibutuhkan oleh dunia industri kita, tegasnya. (Frans Doli – Lentera Indonesia)






