SMPN 167 Jakarta Gelar Upacara Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI

  • Whatsapp

Jakarta, harianlenteraindonesia.co.id

SMPN 167 Jakarta memperingatan Hari Guru Nasional serta hari ulang tahun (HUT) ke-74 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang dilaksanakan melalui pelaksanaan upacara sebagai bentuk rasa syukur atas pengabdian para guru berjuang untuk pendidikan tanpa tanda jasa.
Upacara peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI juga dilaksanakan di halaman sekolah SMPN 167 Jakarta dengan pembina upacara kepala sekolah Dedi Supriadi M.Pd dan petugas upacara dilakukan oleh para dewan guru SMPN 167 Jakarta. Pada amanat upacara peringatan hari guru disampaikan sambutan kepala sekolah SMPN 167 Jakarta Dedi Supriadi M.Pd melalui pembina upacara yang dibacakan kepada peserta upacara sekitar 300 siswa lebih dan dewan guru.
Adapun amanat yang dibacakan bahwa tema Hari Guru Nasional 2019 adalah “Terimakasih jasamu yang telah mendidik kami, menjadikan manusia yang unggul Indonesia maju,” Tema tersebut dipilih mengingat tantangan pendidikan di abad XII semakin berat. Selaku Kepala SMPN 167 Jakarta Dedi Supriadi M.Pd mengatakan peningkatan profesionalisme menyangkut sikap mental dan komitmen para guru untuk selalu meningkatkan kualitas agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan peran guru sebagai pendidik yang tidak dapat tergantikan oleh kemajuan teknologi.

“Tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi setiap peserta didik. Oleh sebab itu, profesi guru sangat lekat dengan integritas dan kepribadian. Guru tidak hanya bertugas untuk mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya,” ujar Dedi. Ketua panitia lomba ibu Hening Astuti dan yousy andiyo mengajak siswa aktif dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), artinya KBM yang menyenangkan bagaimana metode mengajar , penyajiannya dengan media pembelajaran kepada anak didik kami.


Untuk diketahui peserta dari lomba tari dindin padididin oleh guru guru SMPN 167 Jakarta yang diikuti semua elemen yang ada di SMPN 167 Jakarta, seperti PNS, GTT, PTT dan PT dan jurinyapun dari lomba tersebut.
Ketua panitia Hening Astuti menambahkan, bahwa kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan SMPN 167 Jakarta ini adalah bentuk kepedulian dan keharmonisan antara guru pendidik dan siswa serta memahami nilai-nilai dan tanggung jawab seorang guru yang dikenal dengan istilah pahlawan tanpa tanda jasa ini.
Dengan diemikaian Hening Astuti berharap kedepan pihaknya akan mengambil langkah bagaimana menumbuh kembangkan semangat kolektivitas guru yaitu mengenai kedisiplinan dan kesadaran akan meningkatkan kerja untuk menumbuhkan karakter para anak didik siswa siswi SMPN 167 Jakarta
“Marilah kita lebih tingkatkan kualitas pendidikan anak didik kita,” ajaknya (AMIN)

Pos terkait