Malang , harianlenteraindonesia.co.id Proyek jalan tol Malang-Kepanjen merupakan jalur yang akan terhubung langsung dengan Jalan Lintas Selatan (JLS ) atau Pantai Selatan.
Empat titik keluar exit tol akan berada di wilayah Pakisaji,Gondanglegi,Kromengan, dan Kepanjen. JLS dirancang agar terhubung dengan jalur poros Gondanglegi hingga Pantai Balekambang untuk mempercepat akses wisata,pendidikan,potensi ekonomi dan logistik ke Pantai Selatan. Pembangunan Ditargetkan mulai tahap lelang dan persiapan fisik pada tahun 2027 dengan Estimasi biaya sekitar Rp10 hingga Rp10,7 trilyun di luar pembebasan lahan dengan Rute dan Titik Keluar (Exit Tol) di wilayah Pakisaji, Gondanglegi,Kromengan dan Kepanjen dengan panjang jalan sekitar 30 sampai 33 kilometer.
Terkait pembangunan Tol Malang-Kepajen yang akan menjadi jalur konektifitas dengan Tol JLS,Kepala Dinas PU Bina Marga,Kab Malang Khairul Isnaidi Kusuma, S.T., M.T, (24/8/26) di Pendopo Agung,Kab Malang kepada media menyampaikan “Saat ini kementerian sedang menjaring investor,karena jalan tol itu bukan dari anggaran APBN tapi dari swasta dan KPBU,dimana nantinya mereka yang punya previlage yang menjadi badan usaha ini,nantinya bisa memperkuat potensi ekonomi baru bagi masyarakat sekitar jalan tol,nilai plusnya disana jadi tidak hanya menghitung tarif jalan tolnya saja tetapi jika itu di sesuaikan dengan nilai ekonomi yang ada disekitar wilayah jalan tol tentu punya nilai tambah.
Kontrak kerja untuk proyek jalan tol sudah selesai pada bulan mei 2026 dan tegat waktunya pada bulan desember 2026 untuk selesai. prinsipnya kita sudah memberikan sosialisasi kepada Kementrian yang ingin berinvestasi dengan nilai ivestasi total mencapai 10 sampai 10,7 trilyun. Kita sudah menunjukan skema konektifitas dengan JLS itu yang nantinya akan menjadi nilai tambahnya jalan tol Malang,dimana akan menghidupkan jawa timur bagian selatan.
Terakhir pembagunan jalan tol lintas selatan diwilayah Blitar saat ini pembagunannya hanya kurang 5 km dan saya yakin tahun ini akan selesai.target pembagunan untuk tol Malang- Kepanjen bisa di kerjakan dalam 1 atau 2 tahun selesai,tergantung kontrak yang ada,saat ini kita sudah ada kontrak jadi kita berharap fs nya bisa masuk seperti skema yang sudah kita ajukan ke Kementrian tadi,hingga target kita untuk meningkatkan potensi ekonomi Jawa bagian selatan itu bisa terjadi seperti yang kita harapkan.
Kalau pemerintah tentu sudah lebih maju dari sebelumnya karena sudah mau di revieu tinggal tunggu pelaksanaan proyek di tahun 2027,yang pasti JLS ini direncakan nyambung dengan Pagak ke arah utara sepanjang 35 km,semua jalur baru dan rutenya sudah ada.
Tetapi sesuai dengan petunjuk Bapak Bupati kita selalu diminta untuk berkoordinasi dengan Kementerian Bapenas dan itu sudah kita lakukan. Satu lagi kita mau sampaikan untuk jalur Pagak ,Kali Pare,Donomulyo dan ke arah Pujiharjo ini sudah ada investasi yang masuk ke kami sebesar 25 Milyar,pengajuan kita sebenarnya 125 milyar tetapi karena realisasinya bertahap.
Saat ini kita masih fokus untuk pembagunan jalur Pagak yang nyambung ke sekolah Taruna Nusantara,dimana disana kita juga sudah membangun jalan hotmix kita,kalau memang anggaran 25 milyar itu tidak cukup kita akan kolaborasikan dengan anggaran APBD.
Untuk pembagunan jalan Kalipare,Donomulyo itu kemarin kita ajukan 60 Milyar,sementara untuk Pujiharjo sebesar 10 milyar. semua jalur yang kita bangun itu merupakan 4 poros jalan menuju JLS ,dimana salah satunya adalah jalan provinsi arah Sendang Biru itu wilayah timur,jalur barat sudah tuntas tinggal yang jalan poros tengah Gondanglegi ke Balekambang dan Kempanjen-Donomulyo itu yang masih proses” Terangnya.(M.yus)






