Angka Stunting Kabupaten Malang Menurun, Capaian Positif Hingga Februari 2026

Malang, harianlenteraindonesia.co.id

Program penurunan angka anak penderita stunting di kabupaten Malang,mengalami penurunan dari bulan agustus 2025 ke bulan februari 2026 sebesar 0,67%,hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang,drg.Wiyanto Wijoyo, M.M.Kes.

Dalam keterangannya pada media (10/4/26) di kantornya,dr.Wi,mengungkapkan

“Peran pemerintah pusat dan daerah terutama Kabupaten Malang,mampu untuk menurunkan jumlah anak dan balita yang mengalami stunting.

Stunting sendiri merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis juga infeksi berulang yang ditandai dengan tinggi atau panjang badannya berada dibawah standar kurva pertumbuhan WHO atau kurang dari -2 SD,keadaan ini terjadi akibat asupan gizi tidak memadai dalam waktu lama,terutama pada 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan)

Dari data yang masuk pada kami,angka stunting di Kabupaten Malang di periode bulan agustus 2025 sebanyak 6,52%,namun dari data terbaru dibulan februari 2026 kita memperoleh laporan rekap pertumbuhan anak di wilayah Kabupaten Malang,sebagai berikut,Stunting 5,58%,Wasting (kekurangan gizi akut) 3,81% dan Underwight (berat badan kurang) 6,58%.

Menilik dari data tersebut maka,bisa kita lihat jika anak penderita stunting di Kabupaten Malang turun sebesar 0,67%,kesuksesan ini tentunya adalah hasil sinergitas semua pihak terkait di Kabupaten Malang yang memiliki konsen pada pertumbuhan anak di Kabupaten Malang.

Kami sebagai penanggung jawab kesehan masyarakat Kab Malang,tentunya merasa cukup bangga dengan capaian ini dan akan terus kita tingkatkan pada periode selanjutnya,hingga semua anak maupun bayi-bayi yang lahir di Kabupaten Malang bebas dari stunting juga masalah pertumbuhan lainnya” Pungkas dr Wi.(M.yus)

Pos terkait