
Banyuwangi –harianlenteraindonesia.co.id Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu lumbung pangan di Jawa Timur bahkan tingkat nasional, dengan luas baku sawah: 62.941 ha dimana produksi padi tahun 2024 sebanyak 794.783 ton dengan provitas 66,43 kw/ha.
Kabupaten Banyuwangi memiliki potensi besar untuk mencapai swasembada pangan. Dimana Banyuwangi memiliki tanah yang subur, sumber daya air yang cukup, dan masyarakat yang ulet dalam bertani.

Pemkab menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Swasembada Pangan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Minakjinggo Setda Banyuwangi, Kamis (13/3/2025).
Dalam Rakor tersebut, hadir Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dinas PU Pengairan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan, Kabag Perekonomian Sekretaris Daerah, Dandim 0825 Banyuwangi, Kepala Polresta Banyuwangi, Danramil se Kabupaten Banyuwangi, Pimpinan Cabang Bulog, BPS, PLN, Perpadi, Koordinator PPL BPP (Balai Penyuluhan Pertanian), Ketua Gapoktan Kecamatan dan Perwakilan Kelompok Tani.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Ilham Juanda menerangkan, maksud dan tujuan dari Rakor ini yaitu membangun komitmen dan persepsi bersama agar mampu merealisasikan target Swasembada Pangan yg telah dicanangkan dan ditetapkanbpemerintah pusat.
“Target capaian swasembada pangan Kabupaten Banyuwangi yaitu:
1) Target LTT (Luas Tambah Tanam) Padi 151.048 Ha. Realisasi sampai dengan hari ini 28.342 Ha atau 18,76 persen.
2) Target Serap Gabah Petani oleh Bulog: 52.800 ton Beras sampai dengan bulan April 2025,” terangnya.
Lalu, kata Ilham, Sarana Pendukung (APBN), antara lain,
1. Percepatan tanam dgn alsintan (alat mesin pertanian) Bantuan Handtraktor (APBN 2025) 10 unit
2. Irigasi Perpompaan (APBN 2025) 10 Unit
3. Bantuan Pompa (APBN 2024) 316 Unit.
“Strategi Pencapaian (APBD) :
Luas Baku sawah di Kab Banyuwangi 62.941 Ha.
Target luas tanam padi 151.048 ha berarti harus ada tambahan luas tanam padi sekitar 30ribu hektar dalam 1 (satu) tahun 2025, karena capaian/realisasi tanam padi di tahun 2024 yaitu hanya 119.651 Ha.
Dilakukan dgn cara :
1. Peningkatan Indeks Pertanian (IP) menggunakan bibit unggul padi baru yg berumur genjah 75 hari panen.
2. Penggunaan pupuk alternatif seperti pupuk hayati, POC (Pupuk Organik Cair) dgn inovasi RUPA (Rumah Pelayanan Pupuk Alternatif).
3. Optimalisasi mekanisasi pertanian dgn alsintan (alat mesin pertanian) : mesin traktor, rice transplanter (mesin tanam padi), combine harvester (mesin pemanen padi),” pungkas Ilham.
Penulis: Aji






