Dinkes Banyuwangi Gelar Rapat Evaluasi Hasil Surveilans Gizi tentang Pengelolaan Tablet Tambah Darah pada Ibu Hamil dan Remaja Puteri

Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id

Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi gelar rapat evaluasi hasil surveilans gizi tentang” Pengelolaan Tablet Tambah Darah pada Ibu Hamil dan Remaja Puteri” untuk menilai hasil kinerja program gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Ballroom el Hotel Royal, Kamis (16/5).

Peserta rapat yang hadir pada kegiatan ini sebanyak 145 orang terdiri dari pengelola program gizi, pengelola program KIA, pengelola obat puskesmas, dan lintas program Dinkes.

Plt. Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat menyampaikan, bahwa indikator utama pembangunan kesehatan adalah meningkatnya derajat kesehatan dengan indikator meningkatnya usia harapan hidup.

Di Kabupaten Banyuwangi, kata Amir dihadapkan peserta, usia harapan hidup telah meningkat menjadi 73,9 tahun.

“Dibawah indikator usia harapan hidup ada 3 indikator penting, yaitu Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan stunting masih memprihatinkan,” ujar Amir.

“Untuk itu perlu perhatian khusus. Didetailkan apa problemnya. Harus ada upaya yang luar biasa, menguatkan kolaborasi. Dikuatkan di 2 hal, yaitu penanganan dan pencegahan di promotif dan preventif,” pungkasnya.

Penulis: Aji

Pos terkait