Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Lewat Forum Komunikasi PENAKIB 

  • Whatsapp

Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id

Upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), salah satunya lewat forum komunikasi PENAKIB yang bertempat di ruang Sritanjung El-Royale Hotel, Kamis (14/3/2024).

Pertemuan awal forum komunikasi Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi (PENAKIB) dihadiri oleh Dinkes beserta para peserta yang terdiri dari TP PKK, Dharma Wanita, DPMD, Dispendik, Dinsos dan PPKB, BPPD, Kemenag, Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi, ketua Ormas, Direktur RS Pemerintah dan Swasta, Institusi Pendidikan, organisasi profesi, BPJS Kesehatan, UTD PMI, serta seluruh Camat dan Kepala Puskesmas yang mengikuti secara Luring.

Pertemuan yang dibuka secara luring oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Mohammad Yanuar Bramuda, S.Sos, MBA, MM, menyampaikan, pentingnya upaya penurunan AKI, AKB, dan stunting dari hulu ke hilir.

“Mulai dari kepala dusun, kepala desa atau lurah, dan camat yang dapat berkolaborasi dengan tenaga kesehatan untuk mengedukasi di setiap kesempatan, misalnya di forum-forum kemasyarakatan,” ujar Bram, sapaan akrabnya.

Selain itu, lanjut Bram, perwujudan keberhasilan dalam upaya penurunan AKI, AKB, dan stunting ini juga akan menjadi penentu indeks pembangunan manusia.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, pembenahan fasilitas mulai dari infrastruktur dan peralatan medis terus dilakukan, hal ini demi tercapainya peningkatan akses layanan kesehatan secara tepat, cepat dan berkualitas.

Amir menambahkan, peran posyandu dan kader posyandu juga sangat penting sebagai garda terdepan untuk skrining pencarian ibu hamil.

Pentingnya forum PENAKIB di Banyuwangi juga disampaikan oleh narasumber yakni, dr. Heru Purnomo Setiawan, SpOG susbsp Obgions Kematian Ibu dan Bayi yang cukup tinggi di Banyuwangi disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari ekonomi, usia yang belum matang, terlambat penanganan, keputusan yang tidak cepat dan lain-lain.

“Adanya faktor-faktor ini membuat baik itu Pemkab serta sektor lainnya harus bisa membuat terobosan-terobosan inovatif, yakni melalui pembentukan forum komunikasi PENAKIB, dengan harapan nantinya dapat melakukan percepatan penurunan AKI, AKB, dan stunting bersama instansi, stakeholder terkait serta LSM,” terangnya di hadapan peserta.

Penulis: Aji

Pos terkait