MALANG –harianlenteraindonesia.co.id Wali Kota Batu, Nurochman, S.H., M.H melantik Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa (Kades) Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu yang berlangsung khidmat di Rumah Dinas Wali Kota Batu, pada Jum’at (17/4/2026).
Hal ini dilakukan, sebagai tindak lanjut dari kekosongan jabatan kepala desa sebelumnya, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Wali Kota Batu, Nurochman menjelaskan, bahwa pelantikan ini menjadi bagian dari upaya untuk menjaga kesinambungan pemerintahan desa.
“Ya, dimana salah satunya pemerintahan Desa Torongrejo agar tetap dapat berjalan optimal dalam memberikan pelayanan kepada warga masyarakat,” terangnya kepada awak media.
Perkuat Komitmen Pelayanan dan Pembangunan
Politisi PKB ini menyampaikan, bahwa kepala desa memiliki peran strategis dalam memimpin penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat.
“Oleh karena itu, kepada pejabat kepala desa yang baru dilantik diharapkan dapat menjalankan amanah dengan penuh dengan rasa tanggung jawab, demi melayani warga masyarakat,” tegas Cak Nur sapaan akrabnya.
Menurutnya, jabatan kepala desa bukan hanya sekadar posisi administratif saja, akan tetapi juga merupakan amanah besar untuk melayani masyarakat.
“Maka dari itu, saya berharap kepada kepala desa PAW yang dilantik hari ini dapat bekerja dengan jujur, transparan, dan mengedepankan kepentingan warga masyarakat,” ujarnya.
Dirinya juga menekankan pentingnya dalam menjaga sinergi antara Pemerintah Desa Torongrejo dengan Pemerintah Kecamatan Junrejo, serta seluruh elemen masyarakat.
“Dimana salah satu tujuannya guna untuk mendukung kelancaran pembangunan yang ada di Desa Torongrejo,” papar Nurochman.
Sementara itu, Kades Torongrejo yang baru dilantik, Takim, S.Pd., M.Pd menegaskan, prioritas utamanya untuk mengoptimalkan pelaksanaan APBDes yang telah disepakati sebelumnya.
“Nantinya saya akan berfokus pada pengembangan sektor budaya dan wisata alam sebagai motor ekonomi yang ada di Desa Torongrejo, selain itu tentunya juga pelayanan kepada warga masyarakat,” katanya.
Kembangkan Destinasi Wisata Desa Torongrejo
Takim juga menyebutkan, bahwa Desa Torongrejo memiliki potensi besar yang selama ini belum tergarap maksimal, diantaranya Sumber Watu Saron, Arca Ganesha, hingga Gunung Wukir.
“Karena di Desa Torongrejo juga ada destinasi wisata desa yang perlu untuk dikembangkan, sehingga dapat mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan bagi warga masyarakat,” urainya.
Melalui pengelolaan destinasi ini, Takim juga berharap, agar Pendapatan Asli Desa (PADes) tidak lagi hanya bergantung pada tanah kas desa atau bengkok.
“Melainkan dari occupancy atau tingkat kunjungan wisatawan yang datang berkunjung, sehingga dapat dikenal secara luas baik di kancah nasional hingga internasional,” tukasnya.
Tidak hanya itu, pasalnya optimisme Takim sejalan dengan visi kesejahteraan bagi warga masyarakat Desa Torongrejo.
“Ya, itu dimana salah satunya melalui penciptaan untuk lapangan kerja baru bagi warga masyarakat yang ada di Desa Torongrejo di sektor pariwisata,” tandasnya.
Dengan status kepemimpinan yang kini sudah definitif, Takim berharap sinergi antara pemerintah desa dan tokoh masyarakat yang ada di Desa Torongrejo dapat terus berlanjut.
“Dimana maksud dan tujuannya demi untuk memajukan Desa Torongrejo, sebagaimana dengan visi misi program Mbatu SAE,” pungkasnya sembari berharap.(M.yus)






