Gandeng BRI Cabang Malang, Kepala Unit Pelaksana Tugas Pasar Singosari Luncurkan Pasar Berbasis Online

  • Whatsapp

Malang, harianlenteraindonesia.co.id

Untuk mengurangi dan menanggulangi penyebaran Covid 19 di tempat keramaian, terutama Pasar yang selalu di padati pedagang dan pembeli untuk melakukan transaksi langsung rentan akan penyebaran Covid 19 ini, membuat UPT Pasar Singosari Kabupaten Malang meluncurkan transaksi jual beli berbasis online.

Menurut Ka.UPT Pasar Singosari, Anton Aprianto, pihaknya telah menggandeng mitra kami BRI Cabang Malang untuk bekerjasama dalam menanggulangi penyebaran Covid 19 di Wilayah Pasar, terutama Pasar Singosari ini, sistem kerjasama yang telah berlangsung ini, pihak penjual atau pedagang mengupload barang atau jasa apa yang akan di tawarkan yang nantinya di masukkan di Website yang telah kami sediakan, kata Anton di Kantornya, beberapa waktu lalu.

Sampai saat ini, lanjut Anton, telah ada 100 pedagang yang berjualan dengan sistem online dan sampai saat ini pihaknya bersama BRI terus melakukan sosialisasi kepada pedagang Pasar bagaimana cara berjualan dan bertransaksi sistem online ini serta para pihak yang di libatkan dalam transaksi ini yaitu pedagang pembeli dan kurir.

“Dengan berbasis online melalui Website BRI ini, tidak hanya para pedagang dan pembeli yang memperoleh manfaat dan keuntungan, namun pihak kurir yang nanti melibatkan ojek pangkalan yang ada di sekitar Pasar Singosari ini, cara kerjanya setiap ada transaksi antara pembeli dan pedagang setelah mencapai kesepakatan harga baru pihak kurir akan mengambil barang di tempat pengepul barang online untuk di antarkan pada pembeli, sistemnya hampir mirip sistem ojek online.

Harapannya, walaupun saat ini masih masa Pandemi, tidak mengurangi minat pedangang dan pembeli yang tetap bertransaksi walau dengan sisten online dan di minati para pedagang dan pembeli maka akan meningkatkan perekonomian masyarakat, di samping itu pihaknya juga membuat gerakan belanja langsung di Pasar Tradisional yang tersebar lewat media sosial seperti FB, Twiter dan Instagram agar supaya masyarakat tetap berbelanja langsung dengan protokol kesehatan tanpa rasa takut dan was-was,” pungkas Anton.(M.yus)

Pos terkait