Percepatan Penurunan Stunting, Kecamatan Glenmore Kolaborasi dengan Penyuluh Keluarga Berencana Gelar Jambore Tim Pendamping Keluarga di Hall Pabrik Gula Nusantara

Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kurang gizi kronis dan infeksi berulang-ulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Ditetapkan oleh Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan (Perpres No.72 Tahun 2021). Sehingga anak akan menjadi lebih pendek dari anak yang normal seusianya. Dan juga mengalami gangguan motoric, keterlambatan dalam berpikir. Status gizi buruk ibu hamil dan bayi merupakan faktor utama yang menyebabkan anak mengalami stunting.

Kegiatan murni dari Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi yang berkolaborasi dengan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan General Manager Pabrik Gula Nusantara, menggelar Jambore Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam rangka percepatan penurunan angka stunting dan pendampingan kepada ibu hamil resiko tinggi di Hall Pabrik Gula Nusantara Glenmore, Rabu (5/7/2023).

Kegiatan yang diikuti 177 peserta terdiri dari 7 desa. Tim penggerak PKK, kader KB, 1 tim terdiri dari 3 orang, masing-masing ada bidangnya.

Turut hadir dalam kegiatan Jambore Tim Pendamping Keluarga (TPK) yakni, Camat Glenmore, Sultoni Munir, Danramil, Kordinator Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Istin Sunarmi, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan (Bu Camat), semua ibu ketua tim PKK 7 desa (Bu Lurah), OPD Dinas Sosial PPKB yang diwakili oleh Kabid, Ir. Luqman Alhakim, MSi, dan Kasie, H. Wasyik SKM. MSi., acara dibuka oleh Camat Glenmore Sultoni Munir.

Disampaikan oleh Sultoni Munir, Camat Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, bahwa tujuan kegiatan Jambore adalah upaya penurunan angka stunting dan pendampingan kepada ibu hamil resiko tinggi.

“Jambore TPK yang mestinya dilaksanakan di halaman kantor Kecamatan Glenmore, namun karena cuaca hujan terus, maka saya berkordinasi dengan General Pabrik Gula Nusantara, dan Alhamdulillah disiapkan oleh beliau,” kata Sultoni.

“Dalam kegiatan ini, kami ingin merefresh 177 peserta kader TPK agar lebih bersemangat, kompak dalam melaksanakan tugas pengabdiannya kepada masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial PPKB, Henik Setyorini melalui Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Ir. Luqman Alhakim, MSi mengatakan, jambore TPK itu untuk memberikan refreshing, semangat kepada teman-teman TPK agar pada pendampingan keluarga itu nanti lebih berkualitas.

“Materi yang disampaikan peran TPK adalah mendampingi mulai dari Calon Pengantin (Catin), ibu hamil, dan Balita dibawah dua tahun (Baduta), untuk mencegah supaya dia nanti lahir tidak stunting,” ucap Luqman saat diwawancarai di kantornya.

Lalu, kata Luqman, Catin itu didampingi 2 kali, kemudian ibu hamil (bumil), bukan hanya beresiko tinggi, tapi seluruh bumil itu sasarannya harus didampingi, selama hamil didampingi 8 kali.

Kemudian setelah itu ibu melahirkan, pasca salin itu didampingi 2 kali. “Selanjutnya pendampingan Baduta, jadi yang diprioritaskan adalah Baduta,” jelasnya.

“Kalau yang balita dibawah lima tahun (balita) itu tidak masuk prioritas, tapi tetap dilakukan pendampingan, yang masuk prioritas adalah baduta,” imbuhnya.

Bagi yang sudah lahir stunting dibawah 2 tahun itu juga didampingi, karena anak yang masih dibawah 2 tahun itu masa keemasan.

Menurutnya, masih 1000 hari pertama kehidupan itu 80 persen kalau pendampingannya betul-betul dilaksanakan dengan baik. Intervensinya sesuai dengan yang diberikan insyaallah bisa pulih kembali menjadi tidak stunting. Akan tetapi yang diatas 2 tahun yang masuk tidak prioritas itu tingkat keberhasilannya cuma 20 persen, mangkanya 1000 hari pertama dimulai sejak dia lahir sampai dia usia 2 tahun itu disebut Hakeka. Itu 80 persen masih bisa dipulihkan stutingnya, asalkan intervensinya sesuai. “Tapi yang diatas 2 tahun maksimal 20 persen bisa dipulihkan,” terang Kabid Luqman.

“Alhamdulillah meriah, semua teman-teman ceria sekali. Biasanya yang dihadapi tegang-tegang terus ya, seperti orang hamil,” ujarnya sambil tersenyum.

“Semua peserta diajak senam, ada permainan, jadi itu untuk menyegarkan kembali biar fres teman-teman TPK Kecamatan Glenmore,” pungkas Luqman.

Pos terkait