INDRAMAYU, harianlenteraindonesia.co.id
Peningkatan Jalan Marngali tepatnya di Desa Sindang kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu, Jawa Barat dengan panjang 800 Meter, Anggaran APBD Tahun 2022, dengan Nilai Kontrak 2.001.908.000. Dikerjakan oleh Cv. Inti, terkesan telah mengabaikan Safety atau K3A Untuk para pekerja. Serta diduga tidak sesuai SPEK & BESTEK, patut dipertanyakan?, Menutup total jalan menuju Rumah Sakit Umum Indramayu, dan pengendara umum lainnya,Jumat (11/10/2022).
Hasil pantauan Tim Lentera, Cv.Inti, para pekerja tidak memakai safety atau K3A saat mengerjakan project di jalan marngali. Diduga terkesan asal-asalan, seperti pengupasan tanah jalan yang labil kurang lebih dari kedalaman 60 Cm. pemasangan pancang kayu dolken 1 Meter sepanjang kurang lebih 30 Meter. batu urug 1.5 Cm. Patut diduga tidak sesuai Spek dan Bestek.
Sementara sebagai pemegang project bernama Tompul, ketika dimintai penjelasan oleh awak media. Tompul malah terkesan menghindar dari kejaran awak media.
Di waktu yang sama, menurut salah satu sumber pekerja di lokasi project yang berhasil terkonfirmasi wartawan menjelaskan dirinya hanya pekerja untuk menjaga jalan, sebab ia diperintahkan dari bos untuk menjaga jalan, tidak boleh dilewati siapapun. Maka kami ikuti saran perintah dari bos, di tutup total.“ya kalau saya sih hanya pekerja jalankan saran perintah dari bos,harus di tutup total”katanya.

Sementara,menurut penjelasan bidang peningkatan jalan dinas PUPR Kabupaten Indramayu, saat di konfirmasi awak media mengatakan “pekerjaan di jalan marngali sudah sesuai lebih detailnya nanti saya lihat RAB, namun akan secepatnya mendatangkan alat wales untuk pemadatan serta akan menegor safty pekerja.
Selin itu Yn, salah satu pengguna jalan ia mengatakan bahwa akses itu seharusnya di buka.”pejalan umum meminta akses jalan Marngali di buka, dikarenakan jalan itu menuju akses kerumah sakit atau kejalan umumnya,bukan untuk di kuasai disaat pengerjaan project”tukasnya.





