Jember, harianlenteraindonesia.co.id
Tim Pembangunan Zona Integritas (ZI) Lapas Jember, Kanwil Kemenkumham Jawa Timur mengadakan pertemuan perdana pada Rabu (23/2/2022) pagi di Aula. Pertemuan yang dihadiri 39 anggota pembangunan tersebut secara garis besar membahas mengenai upaya pembangunan Lapas Jember menjadi zona integritas.
Ketua ZI 2022, Hendri Astronino membuka pertemuan tersebut dengan didampingi oleh semua Eselon IV Lapas Jember. Dirinya berucap bahwa seluruh elemen memiliki peran mengantarkan Lapas Jember menjadi wilayah yang bebas dari korupsi. “Semuanya memiliki peran yang sama dalam usaha pembangunan ZI, baik Humas yang menyebarkan kabar positf, hingga tim pelayanan yang menjadi cerminan pelayanan Lapas Jember kepada masyarakat,” ujar Hendri yang merupakan Kasi Pembinaan dan Pendidikan (Kasi Binadik) Lapas Jember tersebut.
Selain itu, ia juga menegaskan kepada seluruh peserta rapat untuk tidak menjadikan keanggotaan mereka di Tim Pembangunan ZI Lapas Jember sebagai beban. “Jangan dibuat beban. Laksanakan seluruh proses secara berkala supaya dukung yang dibutuhkan tidak menumpuk dan membuat pekerjaan utama bapak ibu sekalian menjadi terbengkalai,” ucap Hendri.
Selain itu Hasan Basri, Kalapas Jember juga meminta seluruh peserta rapat untuk berperilaku menjauhi anti koruptif. “Hindari berbagai kebiasaan yang bisa menjurus kepada tindakan korupsi. Selain itu pelayanan masyarakat juga perlu ditingkatkan kualitasnya,” ujarnya. “Selain itu tindakan-tindakan tersebut juga sebaiknya dilaksanakan dengan sukarela, dan ikhlas,” sambungnya.

Sementara itu, sebuah masukan diberikan oleh drg. Diana dalam rapat tersebut. Menurutnya dari tahun ke tahun Tim Pokja Lapas Jember telah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menuju Lapas Jember yang berintegritas, namun gagal dalam penanganan pemberitaan negatif. “Berita negatif yang viral membuat mental Tim ZI drop,” ujarnya. Tentu masukan tersebut menjadi perhatian bagi Kalapas Jember,
“Untuk mengindari kejadian tersebut, seperti diawal, tanggung jawab WBK ini hendaknya dipikul semua pegawai. Membangun WBK sebenarnya bisa dilakukan dengan hal-hal sederhana, seperti tertib dalam absensi dan peduli terhadap lingkungan kerja,” tanggap Hasan. Selain itu, ia juga mengingatkan tugas Humas untuk selalu memberikan pemberitaan positif diakhir tanggapannya.






