Madiun, harianlenteraindonesia.co.id
450 prajurit TNI-AD tersebut telah kembali ke markasnya di Madiun, Pasukan kebanggaan republik ini melakukan longmarch dari Alun-Alun Kota Madiun menuju Batalyon 501/BY setelah menjalankan tugasnya selama 10 bulan di perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Senin (20/12/2021).
Long march ini start dari alun alun Madiun menuju Batalyon 501/BY. Pasukan di sambut meriah oleh warga sepanjang jalan yang dilaluinya dengan diiringi marching band kesatuan.
Komandan Batalyon Para Raider 501/BY Madiun, Letkol Inf. Arfa Yudha Prasetya mengatakan, selama di Intan Jaya, Papua, pasukan tidak hanya menjalankan tugas pengamanan. Melainkan juga melaksanakan misi sosial.

“Alhamdulillah kami kembali ke Madiun dalam keadaan aman, lengkap, tanpa ada kurang satu apapun. Apapun dinamika yang ada di daerah operasi sudah kita lewati. Banyak suka duka dalam pelaksanaan penugasan ini dan keberhasilan yang sudah ditorehkan oleh anggota kami,”.
“Dimulai di daerah Intan Jaya yang memang dikatakan kurang kondusif, kami datang situasi disana bisa kondusif. Hal itu bisa terlihat bagaimana kedekatan anggota kami dengan masyarakat dalam hal interaksi. Disana kita mengadakan pengobatan massal, bakti sosial, menjadi guru, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Arfa menyebut, sejumlah keberhasilan ditorehkan anggotanya selama tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Penyangga Mobile RI-PNG. Selain keberhasilan mengubah kondisi, prajuritnya bisa mendekati tokoh-tokoh (pentolan) dari organisasi yang bersebarangan.
Selain itu, sejumlah pucuk senjata yang dimiliki oleh pihak bersebarangan juga berhasil didapatkan anggotanya. Tidak cukup sampai disitu, dinamika selama bertugas di Intan Jaya, diakuinya berkembang cukup banyak. Pasukan Para Raider 501 Bajra Yudha juga terlibat dalam pelaksanaan operasi SAR saat tragedi kecelakaan pesawat Rimbun Air pada pertengahan September lalu.
“Kita ikut melaksanakan operasi evakuasi penyelamatan korban. Ada tiga orang korban yang waktu itu berhasil kita evakuasi. lokasi kecelakaan itu lumayan berat. Namun dengan kegigihan anggota kami dimulai jam lima sore sampai jam 5 pagi waktu setempat, semuanya bisa kita atasi. Ini juga berkat do’a dan dukungan dari masyarakat,” jelasnya.
Letkol Inf. Arfa menjelaskan “Kami bersyukur bisa menyelesaikan tugas negara dengan baik. Dengan begitu, bisa menjaga nama baik satuan, termasuk nama baik TNI AD. ” pungkasnya.






