Indramayu, harianlenteraindonesia.co.id
Kegiatan belajar mengajar (KBM) sistem daring atau online merupakan upaya Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu untuk melindungi peserta didik dari penyebaran Covid-19. Namun, tidak sedikit dari peserta didik yang menemui kendala dalam pembelajaran sistem daring ini, sehingga Disdik Kabupaten Indramayu mengupayakan sejumlah cara untuk mengatasinya.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Indramayu, H. Caridin mengungkapkan, karena di masyarakat banyak mengalami kendala ahirnya ada upaya untuk membantu memperlancar pembelajaran sistem daring di Kabupaten Indramayu.
“Yaitu dengan cara mengundang siswa yang kesulitan dalam pembelajaran sistem daring, diundang ke sekolah untuk diberikan bimbingan atau bisa juga gurunya yang datang ke rumah – rumah siswa untuk memberikan layanan. Karena semua pendidikan itu harus berjalan, itu pembelajaran yang sekarang di Indramayu diterapkan,” katanya saat ditemui ruang kerjanya Sabtu (22/2).
Masih menurut H. Caridin, namun, dalam pembelajaran sistem daring ini tentunya juga mempengaruhi prestasi peserta didik.
“Prestasi siswa akan terganggu dengan pembelajaran daring, kenapa? karena kita ini berawal dipaksa bukan berencana, tapi memang dipaksa untuk menyelamatkan peserta didik dan orang tua siswa, kita dipaksa dengan pembelajaran daring,” ucapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, akan tetapi pihaknya akan terus berupaya agar mutu pendidikan tidak terlalu jatuh dengan cara melaksanakan bimbingan kepada peserta didik yang kesulitan dalam pembelajaran sistem daring ini.
“Alhamdulillah, masih normal dengan terbukti ketika anak disuruh mengerjakan soal – soal walaupun daring, dengan cara anak mengerjakan dirumah tetap masih bisa,” imbuhnya.
Ia berharap, pembelajaran sistem daring adalah sebuah langkah awal demi kemajuan pendidikan, karena kita sudah berhadapan langsung dengan era globalisasi yaitu era industri 4.0. Semua dihadapkan dengan serba teknologi online.
“Dengan adanya pandemi ini adalah sebuah hikmah bagi Dinas Pendidikan untuk memacu seluruh tenaga guru pendidik agar mampu mengikuti perkembagan digitalisasi, di era globalisasi, era industri 4.0,” pungkas H. Caridin. (Candra)






