Silaturahmi Dan Bukber DPC PDI Perjuangan Kota Malang,DPP Beri Peringatan Keras Kader Partai Tidak Ikut Urus MBG

  • Whatsapp

Malabg, harianlenteraindonesia.co.id

DPC PDI Perjuangan Kota Malang,menggelar acara Silaturahmi Dan Buka Bersama DPP,DPD,DPC,PAC,Ranting,Anak Ranting,Sayap Dan Kader Partai dengan mengusung tema “Kebenaran Akan Menang” yang dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi XI,sekaligus Ketua Bidang Koperasi dan UMKM DPP PDI Perjuangan, Andreas Eddy Susetyo.acara dilaksanakan di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang,Jalan Panji Suroso 5c,Blimbing (14/3/26).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan pengurus serta kader partai dan diisi dengan penyerahan bingkisan hari raya pada seluruh peserta yang hadir.

Usai acara Ketua DPC PDI Perjuangan yang juga Ketua DPRD kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita (Mia) kepada media secara tegas menyatakan “Harapan kami sebagai kepanjangan tangan dari dpp partai bisa,menjalan program dan kebijakan partai berkaitan kondisi ind saat ini,tadi disampaikan oleh Bapak Ketua Bidang Koperasi dan UMKM DPP PDI Perjuangan bahwa harus ada penyesuaian program dan kebijakan pemerintah daerah dalam kondisi ekonomi kita saat ini yang sedang tidak baik-baik saja,tentunya kami sebagai pemangku jabatan di pemerintahan kota Malang sekaligus kader partai akan melakukan langkah-langkah sesuai arahan DPP partai” Tegasnya.

Disisi lain,Anggota DPR RI Dapil Malang Raya sekaligus Ketua Bidang Koperasi dan UMKM DPP PDI Perjuangan,Andreas Eddy Susetyo, menyampaikan sikap partai terkait MBG dan kondisi ekonomi masyarakat akibat masalah global yang terjadi saat ini “Instruksi DPP terkait MBG adalah jelas,kami tidak ingin ada pengurus juga kader partai yang ikut andil pada program tersebut,karena jika nanti ada masalah terkait kader kita tidak terkena masalah intinya begitu.

Kita tahu di banyak tempat MBG itu tata kelolanya masih masalah yang harus diperbaiki, jadi apabila kedepannya ada masalah itu tidak ada kader pdi perjuangan yang ikut tersangkut, sikap dari partai sudah jelas dan sifatnya kita mengingatkan para kader untuk tidak turut dalam hal itu apapun bentuknya.

Di lain sisi kondisi negara kita saat ini juga sedang kurang stabil akibat efek global perang di timur tengah,hingga berimbas pada rencana kenaikan BBM pasca Idul Fitri,seharusnya pemerintah sudah menyiapkan langkah antisipasi,kalau sudah terjadi baru dipikirkan langkah tersebut artinya itu terlambat.

Faktanya saat ini ekonomi kita juga melemah dimana daya beli masyarakat itu menurun karena kenaikan harga,inflasi dan prediksi cuaca.Dampak ini yang sangat merasakan adalah masyarakat di daerah-daerah,apalagi kita tahu bahwa pemerintah daerah banyak keluhan terkait pemotongan APBD efek dari kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat.

Oleh karena itu kita sarankan bagaimana Pemda mengelola APBD yang cekak itu,untuk program-program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,terutama dalam hal peningkatan perekonomian masyarakat,salah satunya adalah mendorong UMKM baik dari sisi modal terutama peluang pasarnya,sehingga dengan adanya dukungan pada industri kecil itu bisa membuat ekonomi daerah dapat bertahan dan stabil” Pungkasnya.(M.yus)

Pos terkait