Banyuwangi Peringkat 1 Kabupaten dengan Kinerja Vaksinasi PMK pada Domba Terbaik di Jawa Timur

  • Whatsapp

 

Banyuwangi – harianlenteraindonesia.co.id Kabupaten Banyuwangi diberikan penghargaan sebagai juara 1 dengan kinerja vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak domba terbaik se Jawa Timur oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur selaku ketua Satgas Penanganan PMK dalam rapat evaluasi akhir pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) di Surabaya.

Capaian luar biasa diraih oleh Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapangan) Kabupaten Banyuwangi dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hewan menular strategis khususnya PMK.

Sejalan dengan upaya pemerintah dalam pencegahan dan pengendalian PMK di Banyuwangi, pelaksanaan vaksinasi PMK terus didukung aktif oleh peternak, petugas kesehatan hewan baik dokter hewan (medik veteriner), paramedik veteriner dan stakeholder kesehatan hewan.

Sampai saat ini ternak yang sudah tervaksin di tahun 2025 sebanyak 79.209 ekor dengan rincian 26.953 ekor sapi, 23.727 ekor kambing, 28.414 ekor domba dan 115 ekor kerbau baik itu vaksin pertama maupun ulangan.

Plt. Kepala Dispertapangan Banyuwangi Ilham Juanda melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh Nanang Sugiharto menjelaskan, bahwa strategi kesuksesan vaksinasi adalah kolaborasi dan peningkatan kesadaran masyarakat khususnya peternak, karena PMK masih ada, jangan lengah, jangan kendor, tetap lakukan vaksinasi dan peningkatan biosecurity.

Selain itu, lanjut drh Nanang, pendekatan petugas dengan masyarakat bahwa vaksinasi sangat penting baik untuk ternak yang dibudidayakan maupun akan dilalulintaskan.

“Langkah upaya untuk pencegahan dan penanggulangan PMK tetap biosecurity, KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) terkait PMK maupun surveilance di sentra-sentra ternak,” terangnya.

“Harapan kedepan, PMK segera hilang, dan kita bebas PMK. Selain itu, dengan penghargaan ini, terus memberikan motivasi bagi kita semua untuk tetap berikhtiar untuk pencegahan, penanggulangan maupun pengobatan PMK,” pungkas drh Nanang.

Penulis: Aji

Pos terkait