Ngawi. harianlenteraindonesia.co.id Bertempat di Balai Desa Cangakan, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, pada Kamis (23/10/2025) telah dilaksanakan kegiatan penyuluhan mengenai bahaya penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TBC) dan HIV AIDS. Kegiatan ini digelar sebagai upaya memberikan pemahaman serta peningkatan kewaspadaan masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit tersebut.

Sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Kepala Puskesmas Kasreman, dr. Alif Lufyani. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya deteksi dini gejala TBC, salah satunya batuk berdahak yang berlangsung lebih dari dua minggu. Masyarakat diimbau agar segera melapor atau memeriksakan diri ke puskesmas bila mengalami gejala tersebut.
Dr. Alif juga menjelaskan bahwa TBC dan HIV AIDS merupakan penyakit menular yang perlu perhatian serius, mengingat risiko penularan yang tinggi apabila tidak ditangani dengan tepat. Ia berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Undangan yang hadir dalam penyuluhan ini meliputi Bidan Desa, anggota PKK Desa Cangakan, Kader Posyandu, serta Staf Pemerintah Desa Cangakan. Kegiatan berjalan dengan interaktif, dimana peserta diberikan kesempatan untuk bertanya terkait kasus kesehatan yang sering muncul di lingkungan masyarakat.
Kepala Desa Cangakan, Riyanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan penyuluhan ini. Menurutnya, pengetahuan tentang penyakit menular sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya dan pencegahannya.
Riyanto berharap seluruh peserta yang hadir dapat meneruskan informasi penting ini kepada warga di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, penyuluhan tersebut tidak hanya berhenti pada kegiatan formal, namun memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat Desa Cangakan.
Melalui kegiatan ini, pemerintah desa berharap tercipta masyarakat yang lebih peduli dan waspada terhadap penyebaran penyakit menular. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, perangkat desa, serta masyarakat menjadi kunci dalam menjaga lingkungan tetap sehat dan bebas dari ancaman penyakit berbahaya. Kentianawati.






