Banyuwangi – harianlenteraindonesia.co.id Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar pelatihan keamanan pangan siap saji penjamah pangan Program Makan Bergizi (MBG).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Tanjung Asri dan diikuti oleh 6 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yaitu SPPG Singotrunan, Muncar, Siliragung, Banjarsari, Giri, dan Dadapan, Sabtu (4/10/2025).

Pelatihan dibuka langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan didampingi Plt. Kepala Dinkes Amir Hidayat yang diwakili Kabid Kesehatan Masyarakat Hanipan, dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Partana.
Narasumber dalam pelatihan ini terdiri dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jember, Persagi, Hakli, dan Seksi kesehatan lingkungan.
Rangkaian materi keamanan pangan siap saji mulai dari kebijakan tahapan proses pengolahan pangan siap saji, cemaran pada makanan dan penyakit bawaan pangan, pencucian dan penyimpanan peralatan hingga hygiene perorangan disampaikan dalam pelatihan ini.
Bupati Ipuk menegaskan, saya berpesan kepada Dinas Kesehatan untuk terus mengawal segala kebijakan berkaitan dengan MBG agar tidak menimbulkan keresahan terkait kasus keracunan pangan di masyarakat, khususnya para orang tua dari anak-anak penerima manfaat.
“Mari bersama-sama menjalankan program ini dengan meningkatkan kewaspadaan, kedisplinan, dan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan,” tutur Ipuk.
“Jangan ada kompromi dalam keamanan pangan. SPPG harus berkoordinasi dengan puskesmas setempat khususnya pada petugas gizi dan sanitarian untuk melakukan pengawasan secara rutin,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat melalui Kabid Kesmas Hanipan menjelaskan, pelatihan ini akan dilakukan secara bertahap ke seluruh SPPG sebagai salah satu upaya dalam pemenuhan syarat pengurusan Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS).
“Dimana 50 persen dari jumlah penjamah pangan di SPPG telah mendapatkan sertifikat pelatihan keamanan pangan siap saji,” terangnya.
“Harapannya, seluruh materi yang disampaikan dalam pelatihan bisa diimplementasikan dengan baik sehingga dapat mencegah terjadinya kasus keracunan pangan di Kabupaten Banyuwangi,” kata Hanipan.
Penulis: Aji





