Banyuwangi – hatianlenteraindonesia.co.id Sebanyak puluhan koordinator program kesehatan jiwa dari seluruh puskesmas di Kabupaten Banyuwangi mengikuti kegiatan orientasi pertolongan pertama pada luka psikologis yang diselenggarakan di Hotel Kokoon, Rabu (6/8).
Kegiatan ini digelar oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi sebagai upaya penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menangani kasus gangguan kejiwaan di masyarakat.

Orientasi ini menghadirkan narasumber dari Dinkes Banyuwangi dan Provinsi Jawa Timur, serta Psikolog Klinis dari RSUD Blambangan, Betty Kumala Febriawati S, Psi., M.Psi.
Materi yang diberikan mencakup konsep dasar luka psikologis, teknik Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP), serta strategi penanganan awal terhadap individu yang mengalami trauma terhadap kekerasan, bencana atau tekanan sosial lainnya.
Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Dwi Prihatiningsih, kegiatan ini sangat penting mengingat tingginya risiko gangguan kesehatan jiwa di masyarakat seperti meningkatnya tekanan kehidupan sosial ekonomi.
“Koordinator program kesehatan jiwa adalah ujung tombak di lapangan. Mereka harus dibekali kemampuan untuk memberikan respons cepat terhadap krisis psikologis,” ujarnya.
Sementara itu, Betty Kumala Febriawati yang memandu sesi dan studi kasus menegaskan, pentingnya empati, trust, komunikasi yang tepat, dan kemampuan identifikasi dini gejala gangguan psikologis.
“Pertolongan pertama pada luka psikologis bukan terapi, tapi langkah awal yang sangat menentukan arah pemulihan korban,” jelasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam memberikan dukungan psikologis di tingkat primer, serta memperkuat sistem rujukan ke layanan kesehatan jiwa tingkat lanjut.
Penulis: Aji






