Banyuwangi – harianlenteraindonesia.co.id Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi mengadakan pertemuan program kesehatan kerja dan olahraga (Kasjaor) yang dihadiri oleh 45 puskesmas, Selasa (6/5/2025).
Pertemuan ini membahas tentang indikator kinerja kesehatan kerja dan olahraga tahun 2025 yang disampaikan oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Banyuwangi, Hanipan.
Hanipan mengatakan, salah satu indikator kerja dalam program tersebut adalah Gerakan Perempuan Sehat Produktif (GP2SP) pada perusahaan-perusahaan besar yang tersebar di seluruh wilayah Banyuwangi.
“Indikator ini juga menjadi penentu dalam penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) sehingga pelaksanaannya perlu segera dilakukan dan dikoordinasikan dengan berbagai lintas sektor terkait,” terangnya.
Keberhasilan dalam pelaksanaan program kesehatan kerja dan olahraga ini, kata dia, adalah meningkatnya kesehatan masyarakat yang lebih sehat, bugar, dan produktif terutama bagi masyarakat pekerja.
“Hal ini dapat dinilai dari meningkatnya jumlah masyarakat yang melaksanakan aktifitas fisik baik secara mandiri atau bersama di wilayah puskesmas Kabupaten Banyuwangi,” imbuhnya.
“Dengan adanya program ini, diharapkan tingkat kesadaran masyarakat tentang hidup sehat akan terus meningkat, kebugaran jasmani meningkat, dan produktivitas kerja masyarakat semakin membaik,” tukasnya.
Penulis: Aji






