Kunjungan Kerja Direktur Perlindungan Tanaman Kementerian Pertanian RI di Banyuwangi 

  • Whatsapp

Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id

Kunjungan dari Direktur Perlindungan Tanaman Kementerian Pertanian RI bersama pemerintah kabupaten Banyuwangi (Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi) serta tinjau sentra penggilingan padi Bulog dalam monitoring dan evaluasi percepatan luas tambah tanam (LTT) dengan rangkaian kegiatan yaitu:

1.⁠ ⁠Monev dan pendampingan Lapangan LTT di desa Gambor kecamatan Singojuruh yang dilanjutkan penyuluhan dan sosialisasi pola tanam, pengairan, pengendalian OPT, panen dan pascapanen.

2.⁠ ⁠Kunjungan di UPJA Tani Makmur Desa Gladag Kecamatan Rogojampi FGD tentang modernisasi alsintan dalam rangka peningkatan IP padi dan kesiapan Brigade Alsintan.

3.⁠ ⁠Tinjauan lokasi di Desa Gintangan Kecamatan Blimbingsari survey lahan Calon lokasi IP 400 yang dimana lokasi tersebut sudah ada UPJA yang modern dan di dukung dengan ratusan pompa dalam penyediaan air irigasi.

4.⁠ ⁠Komitmen luas tambah tanam antara kementerian pertanian bersama pemerintah kabupaten Banyuwangi dalam mensukseskan swasembada pangan dalam mendukung Asta cita Presiden Indonesia.

5.⁠ ⁠Tinjauan ke Sentra Penggilingan Padi Bulog Banyuwangi untuk memastikan kesiapan Bulog dalam penyerapan Gabah dari Petani

Selain dari Kementrian Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga hadir Mabes TNI AD, Dinas Pertanian dan ketahanan pangan Provinsi Jawa Timur, Badan Urusan logistik dan Badan Pusat Statistik.

Saat dikonfirmasi lewat aplikasi WhatsApp, Sabtu malam (8/2), Kepala Sub Bulog Banyuwangi, Dwiana Pinca menjelaskan, hasil kunjungan Direktur Perlindungan Tanaman Pangan dan rombongan di Sentra Penggilingan Padi Bulog Banyuwangi yakni Direktur dan rombongan meninjau sarana prasarana pasca panen di Bulog Banyuwangi untuk melihat kesiapan Bulog dalam menyerap gabah (GKP) petani.

“Sarana yang dimiliki Bulog khususnya di Banyuwangi adalah mesin Dryer dengan kapasitas 120 ton gabah dengan Silo berkapasitas 6.000 ton gabah kering giling,” kata Dwiana.

“Bulog Banyuwangi juga memiliki sarana penggilingan hasil gabah petani menjadi beras dengan kapasitas 38 ton per jam beras,” terangnya.

“Direktur dan rombongan setelah melihat dan diberikan penjelasan terhadap alur dan mekanisme pengolahan gabah hasil pembelian dari petani sesuai HPP merasa yakin bahwa Bulog khususnya di Banyuwangi dapat mencapai target penyerapan gabah atau beras serta menjamin harga gabah di petani tidak dibawah HPP pemerintah,” pungkas Dwiana.

Penulis: Aji

Pos terkait