Wujudkan Generasi Sehat dan Berkualitas Pemdes Kwangsen Rutin Adakan Posyandu Balita

  • Whatsapp

Kab Madiun, harianlenteraindonesia.co.id

Kegiatan posyandu balita merupakan pelayanan kesehatan kepada balita dengan melakukan penimbangan Berat badan (BB), Panjang badan/Tinggi Badan (PB/TB), dan lingkar kepala (LK) secara rutin setiap bulan sekali, agar bisa dipantau pertumbuhan dan perkembangan balita dan anak. Kegiatan posyandu balita ini bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan balita dan anak, meliputi imunisasi, pemberian makanan tambahan, dan penyuluhan tentang kesehatan balita dan anak.

Amini Bidan desa Kwangsen (5/3/2024) menjelaskan ” Di desa Kwangsen ada 2 posyandu balita .Misal ada balita terdeteksi stunting kita langsung masukkan aplikasi dari Kementerian Kesehatan yaitu e-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) untuk selanjutnya akan kami laporkan ke TPK untuk ditindaklanjuti. Diantaranya dengan pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Stunting bisa dicegah mulai masa kehamilan dengan periksa secara teratur juga deteksi dini pencegahan stunting.

Mengonsumsi Zat Besi, Asam Folat dan protein ketika hamil

Pemberian ASI hingga usia 6 bulan

Memberikan makanan mengandung Vitamin A dan Vitamin D

Menjaga kebersihan makanan

Memberikan MPASI yang akurat dan tepat waktu

Mengajak si Kecil melakukan aktivitas fisik

Memastikan si Kecil tidur agar hormon pertumbuhan dapat diproduksi secara baik

Cara-cara sederhana tadi memberikan gambaran seputar apa yang bisa Ibu lakukan untuk mencegah terjadinya stunting. Namun, perlu disadari bahwa stunting merupakan masalah yang menjadi perhatian banyak pihak, bukan hanya Ibu saja. Sebab, stunting juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya, seperti kondisi ekonomi, tempat tinggal, atau akses terhadap pengetahuan terkait pemberian nutrisi.” jelasnya.

“Saya berpesan untuk ibu ibu yang mempunyai Balita di desa Kwangsen ini agar datang ke posyandu agar 100 persen kunjungan bisa ke Posyandu. Misal ada yang gak datang kita akan kunjungi rumah Balita tersebut untuk kita lakukan pemeriksaan dll yang sama pelayanannya di posyandu di desa ini. “pungkas Amini.

Sementara itu Sunarsih kader Posyandu desa Kwangsen mengatakan “Saya menjadi kader Posyandu ini sudah 16 tahun dengan beragam lika liku selama menjadi kader. Dengan menjadi kader bisa menambah pengalaman, menambah saudara teman,bermanfaat bagi sesama dan yang utama adalah sebagai ladang amal ibadah saya. Pengalaman yang cukup berkesan adalah saat melakukan penimbangan /pengukuran tinggi badan anak tersebut nangis atau rewel yang jelas akan juga melatih kesabaran saya.”ujarnya.

video lengkap bisa di klik https://www.youtube.com/@lenteraindonesia01 (Jurnalis Beni Setyawan)

Pos terkait