Meriah.. Bersih Dusun Wuku Mondosiyo Dusun Cemorosewu desa Ngancar Kecamatan Plaosan kabupaten Magetan

  • Whatsapp

Magetan, harianlenteraindonesia.co.id

Sebagai upaya melestarikan budaya bangsa sekaligus tradisi mendoakan leluhur dilaksanakan bersih dusun Wuku Mondosiyo Dusun Cemorosewu desa Ngancar kecamatan Plaosan kabupaten Magetan (Selasa 22/8/2023)

Hadir dalam kegiatan ini Forkopimca Plaosan, Kepala desa Ngancar, perangkat desa, tokoh masyarakat dusun Ngancar serta warga masyarakat setempat.

Kegiatan diawali dengan selamatan kirim do’a di sumber air petilasan Eyang Bancolono dan dilanjutkan Dengan kirab tumpeng dengan start dari rumah Kasbi menuju halaman rumah RT Narjo. Kirab Tumpeng ini merupakan wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah S.W.T. Semua warga masyarakat baik itu tua muda membaur menjadi satu mengikuti kirab tumpeng ini. Kirab dipimpin oleh 2 orang yang mengenakan kostum resi/Begawan diikuti tumpeng, perangkat desa,tokoh masyarakat, forkompimca yang menaiki kuda,dilanjutkan seluruh elemen masyarakat dengan membawa nasi dan ayam panggang.

Sarni St Kepala desa Ngancar menjelaskan ‘ Acara bersih dusun ini merupakan wujud syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT kepada masyarakat dusun Cemorosewu. Dan semoga masyarakat dusun Cemorosewu dan desa Ngancar pada umumnya diberikan kesehatan, kesuksesan, kesejahteraan dan keselamatan. Dan untuk masyarakat Cemorosewu tetap semangat dan nanti tanggal 28 Agustus akan ada acara jalan santai.”ujar Sarni St Kepala desa Ngancar.

Camat Plaosan Dian Maheru Robbi dalam kesempatan ini menyampaikan” Bersih dusun ini merupakan wujud rasa syukur oleh karena itu mari kita wujudkan salah satu wujud rasa syukur itu. Kedepan mari kita laksanakan membersihkan sampah sekitar kanan kiri jalan di Cemorosewu agar makin indah dan bersih,yang akan kita laksanakan tanggal 31 Agustus bersama berbagai elemen yang ada di kecamatan Plaosan ini.”pungkas Camat Plaosan ini.

Agus Suwandono kamituwo sekaligus sesepuh Cemorosewu dalam kesempatan ini mengatakan” Acara bersih dusun ini merupakan tradisi dalam mendoakan leluhur yang membuka lahan (babad alas) Dusun Cemorosewu sekaligus wujud rasa syukur kita akan nikmat yang diberikan Allah SWT kepada masyarakat dusun Cemorosewu ini.”pungkas Agus Suwandono.

Video lengkapnya klik
https://www.youtube.com/@lenteraindonesia01 (Jurnalis Beni Setyawan)

Pos terkait