Perusahaan Minyak Diduga Tutup Mata Terkait Penyelewengan Pendistribusian LPG PSO yang Terjadi di Indramayu

INDRAMAYU, harianlenteraindonesia.co.id

Perusahaan minyak Marketing Operation Region III Integrated Terminal Balongan Indramayu tutup mata terkait penyelewengan pendistribusian LPG PSO (subsidi) yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di daerah wilayah kecamatan Jatibarang tepatnya di Desa Sukalila kabupaten Indramayu.

Diketahui pemberitaan sebelumnya dari hasil investigasi awak media berdasarkan aduan masyarakat telah ditemukan gudang pengoplosan Gas dari mobil tangki LPG  PSO (Public Service Obligation) atau LPG bersubsidi ke mobil tangki tanpa nama dan di salurkan ke tabung gas dan bright gas (non subsidi).

Awak media berusaha untuk mencari siapa yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut dengan berusaha mengkonfirmasi pihak perusahaan minyak guna kejelasan informasi, namun sangat disayangkan pihak perusahaan minyak menutup diri dengan tidak mau menemui awak media dengan alasan yang tidak jelas.

Menurut keterangan scurity perusahaan minyak Integrated Terminal Balongan dan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Ilham saat dikonfirmasi awak media (21/06/2022) di pos keamanan, mengatakan bahwa sepenuhnya terkait permasalahan temuan atau masalah yang ada di kantornya merupakan kebijakan dari kepala sekurity (kasek) yaitu pak H, dikarenakan di kantornya tidak ada bagian hubungan masyarakat atau humas.

“Kalau disini tidak ada humasnya, kalaupun yang bertanggung jawab apabila ada temuan dan kejadian atau masalah, kepala security atau kasek yang akan bertanggung jawab dulu namanya pak H, kemudian dari pak kasek dapat petunjuk harus kemana dan bagaimananya.(Red)” Tuturnya kepada awak media.

Sementara itu H mengatakan kepada awak media lewat aplikasi WhatsApp bahwasannya dirinya hanya anggota TNI yang ditugaskan untuk menjaga objek vital Nasional (Obvitnas).

“Kalau saya hanya BKO TNI yang ditugaskan untuk menjaga Obvitnas, jadi bukan wewenang dan kapasitas saya untuk menjawab.”

“Saya juga bukan karyawan perusahaan minyak, saya anggota TNI yang ditugaskan di wilayah Jakarta Barat untuk pengamanan obvit, jadi kalau masalah ke dalam saya gaktau, coba ke comrel/humasnya pak ogi.” Jelasnya sembari memberikan kontak person pak ogi.

Setelahnya awak media pun berlanjut menghubungi humas ogi yang direkomendasikannya, namun sangat disayangkan comrel/humas ogi tidak merespon dan enggan menemui awak media.

Perihal penyelewengan pendistribusian LPG PSO tersebut menuai kritikan keras dari ketua paguyuban Pribumi Indramayu Bersatu (PIB) Akno Winarso, dirinya mengatakan bahwa perusahaan minyak harus bertanggung jawab penuh atas terjadinya penyelewengan pendistribusian LPG PSO, karena pribumi Indramayu khususnya masyarakat menengah kebawah yang sangat dirugikan.

“Saya sebagai ketua Pribumi Indramayu Bersatu  mengutuk keras adanya penyelewengan pendistribusian LPG PSO atau LPG bersubsidi, perusahaan minyak harus bertanggung jawab penuh atas kelalaiannya dalam hal controling, harus dipertanyakan bagaimana manajemennya, karena itu merupakan hak masyarakat miskin dan itu salah satu penyebab kelangkaan gas bersubsidi di Indramayu.” Tegasnya.

“Sungguh sangat ironis sekelasnya perusahaan BUMN besar tapi sangat kerdil dalam hal pengawasannya, apalagi ini sudah masuk kedalam kejahatan luar biasa atau extraordinarycrime, hak masyarakat miskin harus diperjuangkan dan saya sarankan kepada pihak perusahaan minyak ataupun APH harus mengusut tuntas temuan kasus penyelewengan pendistribusian LPG PSO tersebut.”tambahnya.

” Hanya informasi, keterangan dari beberapa sumber,dikutip dari Suara aktual “(MS).

Pos terkait