Banyuwangi, harianlenteraindonesia.co.id
Seperti kita ketahui penyebaran Penyakit Kuku dan Mulut pada sapi semakin merebak di beberapa wilayah Banyuwangi, salah satunya di Kecamatan Kalipuro.
PMK atau kadang disebut Foot dan Mouth Desease (FMD) meskipun tidak menular pada manusia tapi dapat menimbulkan kerugian bagi peternak, sehingga sempat membuat mereka resah terlebih menjelang Hari Raya Idul Adha yang identik dengan masa panen bagi peternak. Kondisi tersebut menggerakkan Relawan Eco Enzyme Nusantara Banyuwangi (REENBAWANGI) untuk peduli pada penanganan dan pencegahan PMK.
Bekerja sama dengan BPP Kecamatan Kalipuro dan Perhutani, REENBAWANGI yang juga tergabung dalam Yayasan Eco Laku Lestari memanen Eco Enzyme (EE) yang berfungsi sebagai disinfektan alami untuk diaplikasikan di Dusun Sumber Nanas, Lingkungan Papring, Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro.

Koordinator BPP Kecamatan Kalipuro, Andi Purnomo mengatakan, pentingnya kerjasama para pihak untuk bersama-sama dalam upaya penanganan penyebaran PMK khususnya di Kecamatan Kalipuro, Selasa (14/6/22).
BPP Kalipuro didampingi tim terdiri dari Anandita, Elik Widyaningsih dan Suryaji Budianggara selaku mantri sekaligus penyuluh.
Desy Darmawati perwakilan Yayasan Eco Laku Lestari menyampaikan, bahwa EE berfungsi sebagai cairan probiotik yang dapat meningkatkan daya cerna pakan, sehingga dapat membantu proses penyerapan gizi dan penyembuhan penyakit ternak.
“EE yang hasil fermentasi limbah organik dari buah dan sayuran merupakan cairan multifungsi yang dapat dipergunakan untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian dan peternakan,” ujar Desy.
“Adapun cara aplikasi EE ini bisa dioleskan secara langsung pada sapi terjangkit PMK dengan perbandingan 1 mililiter EE dicampur dengan 400 mililiter air, disemprotkan pada luka hewan terutama pada mulut dan kaki,” terangnya.
Dosis pengobatan 2 kali sehari dan pencegahan sekali sehari. “Sedangkan upaya lain melalui penyemprotan kandang dengan perbandingan satu liter EE dicampur 1000 liter air,” pungkas Desy.
Kegiatan diakhiri dengan pemberian EE kepada puluhan peternak sapi sebagai upaya pengobatan sekaligus pencegahan persebaran PMK khususnya di Kecamatan Kalipuro.






